Unik dan Langka, Pasutri Ini Siap Berlaga di Pilkades Pulau Panggung Lahat  

Adi Sismiko dan istri Siti Satika bersiap menghadapi pilkades Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan pada 9 Desember 2021 nanti.

Laporan: A Putra 

Lahat, Sumselupdate.com – Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 9 Desember 2021 nanti, bakal menggelar pemilihan kepala desa (pilkades).

Read More

Namun ada yang unik dan langka dalam proses pilkades di desa tersebut. Dalam gelaran pilkades itu nanti hanya ada dua pasang calon yang mendaftar.

Namun dua pasang calon kades yang akan head to head itu pasangan suami istri (pasutri) Adi Sismiko dan lawan politiknya sang istri Siti Satika.

Pasutri ini sepakat untuk bertarung pada kontestasi pilkades serentak se-Kabupaten Lahat.

Adi Sismiko mengaku, saat mendaftar sebagai calon kades hanya ada dia dan istrinya.

Menurut Adi Sismiko, dirinya telah memasukkan berkas sebagai Cakades pada Oktober lalu dan saat ini telah pada tahap pemberkasan. Namun cakades yang muncul hanya dia dan istrinya saja.

“Saya rasa, ini sah saja. Siapapun yang terpilih nanti, itulah yang akan memimpin Desa Pulau Panggung ini,” kata Adi Sismiko saat ditemui Sumselupdate.com di kediamannya di Desa Pulau Panggung, Selasa (2/11/2021).

Adi Sismiko menilai fenomena dirinya dan sang istri bertarung di pilkades menunjukkan betapa demokrasi itu sangat fleksibel.

Kendati demikian, dia tetap ingin hasil dari demokrasi tingkat desa itu berjalan lancar.

“Ini terjadi karena tidak mungkin ada calon kades tunggal atau melawan kotak kosong, karena secara peraturan, tidak mungkin. Maka pilkades harus ada lawan, meski itu harus bertarung dengan istri sendiri,” selorohnya.

Ditambahkanna, apapun bisa terjadi di pilkades dan yang terpenting tetap berdemokrasi dan tidak menabrak peraturan.

“Entah saya yang terpilih, atau istri saya, saya harap bisa memimpin desa dengan baik demi kemajuan desa,” ujarnya.

Mengenai motivasi yang melatarbelakangi mencalonkan diri sebagai kades, yakni untuk memberikan pengabdian terbaik bagi desa, karena sebagai putra daerah sudah sepantasnya turut membangun desa.

“Kalau saya yang terpilih, saya tentunya punya program kerja. Sebelum saya terpilih, saya sudah susun program kerja. Hal ini sebagai bentuk keseriusan saya, merancang program meski belum terpilih. Saya ingin libatkan masyarakat desa secara aktif dalam pengelolaan dana desa, tidak usah muluk-muluk, maksimalkan uang dana desa untuk pembangunan desa, dan dikelola oleh masyarakat dengan transparansi dana desa,” ujarnya berpromosi.

Baginya mengembalikan kepercayaan masyarakat desa kepada pemerintah desa merupakan wujud sistem yang sangat penting.

*Kades sebagai leader, tanpa masyarakat, tidak akan bisa mewujudkan apa yang telah direncanakan. Oleh sebab itu, saya juga ingin memberikan pola kerja kades yang berbeda, yakni memanfaatkan potensi yang ada. Kalau saya bilang, dari desa untuk desa,” tuturnya.

Camat Pajar Bulan Sarmisi SE saat dikonfirmasi mengungkapkan dari 17 desa di Kecamatan Pajar Bulan yang menggelar pilkades serentak, hanya satu desa yang calon kadesnya bertarung antara suami istri.

“Sudah dipastikan hanya Desa Pulau Panggung yang seperti itu, karena pendaftaran sudah ditutup, berarti tidak bisa lagi bakal calon lain untuk mendaftarkan diri sebagai cakades. Itu bisa dan mungkin terjadi,” ungkapnya.

Diakui Sarmisi, Desa Pulau Panggung merupakan salah satu desa dengan mata pilih terbanyak di Kecamatan Pajar Bulan.

“Kalau mata pilih kita mencapai 875, sehingga harus ada dua TPS. Lokasi TPS harus berjauhan, agar tidak terjadi kerumunan, dan apabila sudah selesai menggunakan hak suara, masyarakat diminta segera pulang, jangan berkerumun di lokasi pemilihan,” terangnya.

Sarmisi berharap, jalannya demokrasi di pilkades serentak tetap berjalan kondusif, aman, dan damai.

“Kepada masyarakat Desa Pulau Panggung, dan desa-desa yang mengikuti pilkades, kami harap pada pelaksanaan pilkades nanti tetap patuhi protokol kesehatan (prokes). Kami pemerintah kecamatan menjadi pengawas pada pilkades, sehingga masyarakat tidak berkerumun. Masalah hak suara, ada di tangan masyarakat sendiri. Pesan kami, gunakanlah hak suara sebaik mungkin, karena pilihan masyarakat akan menentukan masa depan desa,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lahat Darul Effendi menuturkan, pada kontestasi pilkades serentak, terdapat 236 yang mengikuti pilkades.

Dikatakannya, hanya ada satu desa yakni Desa Muara Gelumpai menyelenggarakan pemilihan secara musyawarah mufakat lantaran kades definitif meninggal dunia.

“Dari 360 desa se-Kabupaten Lahat, ada 236 yang ikut pilkades serentak. Jadi harus ada pengawasan oleh kita bersama, Camat harus terlibat aktif mengawasi jalannya pilkades,” tegasnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.