Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com — Musibah kebakaran terjadi di Jalan Panca Usaha Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (30/8/2020) pukul 21.15 wib. Sedikitnya tiga rumah diketahui hangus dalam peristiwa ini.
Informasi dari warga sekitar yang ditemui di lokasi, ketiga rumah tersebut milik Medi (21), Rosyiadi (40), dan Zainudin (38).
“Saat kejadian kami tidak ada di tempat, saya bersama istri sedang keluar tempat mama, di depan. Saat pulang api sudah membesar, sehingga tidak ada satupun barang yang bisa diamankan,” ujar Medi kepada Sumselupdate.com, Minggu (30/8/2020).
Ia mengatakan, walaupun tanah ini bukan miliknya, tapi Medi sudah dua tahun tinggal di Jalan Panca Usaha RT 49/RW 10, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang. Dari keterangannya dugaan sementara penyebab kebakaran ini akibat korsleting arus listrik.
“Pas pegi perasaan sudah kami cek dan matiin semua. Ya mungkin dugaan sementara akibat arus pendek listrik,” katanya.
Zainudin (38) salah satu pemilik rumah yang kediamannya terbakar mengungkapkan, saat itu dirinya sedang tidur dan tiba-tiba istrinya membangunkan saya bahwa api membesar dan membakar rumahnya.
“Tadi saya sedang tidur namun istri saya tiba-tiba membangunkan saya dan mengatakan jika api sudah membesar,” katanya.
Ia menambahkan saat rumahnya terbakar tak ada satu barang pun yang dapat terselamatkan.
“Barang-barang hangus, baju baju juga terbakar, buku nikah hangus. Hanya motor yang terselamatkan karena ada di luar dan sempat ditolong orang. Tapi surat-surat semuanya terbakar,” katanya.
Di lokasi kejadian Sumselupdate.com bertemu dengan Plt Lurah 5 Ulu, Dewi. Ia mengatakan, langkah selanjutnya yang pihaknya lakukan ialah akan menampung semua data yang diperoleh dan ia melaporkan ke pihak kecamatan dan pihak terkait.
“Tadi ada juga dari pihak Dinas Sosial dan sudah mendata beberapa KK termasuk anak-anak dan anggota dari keluarga tersebut. Biasanya akan ada kunjungan dari Walikota atau dari Wakil Walikota, kalau untuk pendirian posko sendiri lagi koordinasi ke pihak Dinsos, kalau sudah masuk 10 KK baru akan dibangun tenda yang permanen. Kalau untuk ini kita handle dulu dari pihak kecamatan SU I dan Kelurahan 5 Ulu RW 10 RT 49 dulu yang meng-hendle 3 KK ini,” ungkapnya.
Dewi menjelaskan, kalau untuk tanah yang terbakar itu warga hanya tau itu tanah pemerintah, tetapi dalam hal ini tanah tersebut ada pemiliknya bernama saudara Lukman.
Dari keterangannya tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran kali ini, dan lima 5 PBK dikerahkan untuk memadamkan api. (**)











