Tersentuh Uluran Donatur, Sena Penderita Lumpuh Menahun Tempati Kontrakan Baru

Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa Sumsel saat ikut 'pindahan' Ibu Sena ke kontrakan baru.

Palembang, Sumselupdate.com – Dompet Dhuafa Sumsel kembali mendatangi Sena (70) penderita lumpuh menahun yang hanya tinggal di kolong rumah dengan kondisi tidak layak huni untuk menempati kontrakan baru pada Senin (30/5/2022).

Bersama tim kemanusiaan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) DD Sumsel, proses pemindahan yang juga melibatkan warga sekitar dengan cara digotong karena keadaan sakit Sena berjalan lancar.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah sudah di tempat yang baru, cepat sembuh ya Bu, kami ada di sampingmu. Kami juga ingin lebih memuliakanmu sebagai seorang ibu,” ungkap Andriadi Akbari, staf Program Sosial dan Kebencanaan Dompet Dhuafa Sumsel.

Dijelaskannya, bantuan berupa sewa kontrakan selama satu tahun, ditanggung oleh salah seorang donatur Dompet Dhuafa Sumsel yang enggan disebutkan namanya.

Aroma lembab, pemandangan semrawut tidak akan terasa lagi di tempat yang sekarang ini. Kondisi kontrakan jauh lebih layak untuk dihuni bersama Anjas sang anak yang bertanggungjawab penuh mengurus ibunya sehari-hari.

Semoga dengan menempati lokasi sekarang, kesehatan lingkungan dan kondisi rumah yang layak akan mendukung penyembuhan Sena dari sakit lumpuh yang di derita sejak 14 tahun silam.

Hunian Tidak Layak

Seperti diberitakan sebelumnya, Sena (70) dan Anjas (24) tinggal menumpang di sepetak rumah yang jauh dari kata layak, beralamat di Lorong Lebak RT 022 RW 04 1 Ulu Palembang.

Terletak di bawah rumah orang hunian tempat mereka berteduh, berukuran tak lebih dari 3×3 meter. Begitu langkah kaki memasuki rumah yang sempit itu, terasa menggerus sendu dalam hati.

Bagaimana tidak, udara yang tercium bau lembab, bertumpang tindih dengan pemandangan sebuah ruangan yang jauh dari kata rumah pada umumnya.

Dinding rumah terdiri dari papan kayu yang tak lagi terpasang rapi. Sebagian terpaksa ditutup dengan plastik bekas, sekedar menyamarkan kondisi papan sebenarnya yang sudah sangat lapuk dimakan usia dan udara yang lembab.

Saat dikunjungi tim kemanusiaan Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) DD Sumsel, Selasa (17/5/2022), Sena tengah beristirahat dalam kondisi berbaring di atas kasur beralaskan perlak.

Sementara di sekeliling tempat tidur Sena, berjajar beberapa peralatan makan dan minum yang sudah kusam dan perabotan lain seadanya.

Sang anak, Anjas ramah menyambut kedatangan tim kemanusiaan DD Sumsel. Ia berusaha mempersilahkan tamunya itu untuk duduk di ruangan sempit, seadanya itu.

Anjas inilah yang bertanggungjawab penuh mengurus segala hajat dan kebutuhan ibunya sehari-hari.

Mulai dari memasak, mencuci piring, memandikan sang ibu, dan lainnya.

Karena tinggal hanya berdua dan tidak ada keluarga dekat, praktis putra sulung Ibu Sena ini tak bisa mengambil pekerjaan. Tak tega rasanya ia meninggalkan orangtua satu-satunya itu seorang diri di rumah dalam keadaan lumpuh.

Alhasil, mereka hanya mengharapkan belas kasihan dan uluran tangan dari tetangga sekitar.

Diketahui, Sena telah menderita lumpuh sejak 14 tahun silam. Dan sejak itu pulalah, Sena tak mampu memenuhi kebutuhan sendiri, bahkan kebutuhan dasar sekalipun.

Andriadi Akbari staf Program Sosial dan Kebencanaan Dompet Dhuafa Sumsel yang memimpin rombongan kala itu, tak kuasa menahan air mata demi melihat kondisi Ibu Sena dan Anjas yang hidup dalam serba kekurangan.

Dalam kesempatan itu Andriadi menyerahkan bantuan berupa peralatan memasak, perlengkapan makan, perlengkapan tidur, dan sembako untuk menunjang hidup.

“Semoga bantuan sederhana ini bisa sedikit mengurangi beban kehidupan Ibu Sena. Dan kepada Anjas, terimakasih telah ikhlas menjaga dan merawat ibu. Semoga Allah memberikan kebaikan kepada kita semua,” tutup Andri.

Kondisi Ibu Sena ini berawal dari laporan masyarakat, yang segera ditindaklanjuti oleh Tim Kemanusiaan DD Sumsel. (**)

 

(rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.