Tembok RSUD PALI Ancam Keselamatan Warga, Dewi Kini Selalu Was-was

Kamis, 6 Desember 2018
Kondisi rumah Dewi yang nyaris ditimpa tembok.

PALI, Sumselupdate.com – Dewi, warga Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI kini selalu merasa was-was. Pasalnya rumah tempat dirinya tinggal bersama suami dan dua orang anaknya nyaris tertimpa tembok RSUD Kabupaten PALI.

Dari penuturan Dewi, kejadian ambruknya sebagian tembok RSUD PALI yang tepat berada di atas rumahnya tersebut terjadi sekitar dua minggu lalu. Hal itu disebabkan adanya pembangunan drainase atau parit di jalan cor beton dekat rumahnya.

Read More

“Memang di tempat kami sedang ada pembangunan drainase. Kemungkinan, ketika penggalian tanah membuat fondasi tembok RSUD longsor. Nasib baik, itu tidak menimpa rumah kami,” ujar Dewi.

Selain ambruknya tembok tersebut, Dewi menjelaskan sebagian badan tembok lainnya mengalami keretakan. “Terus, jalan ke arah tempat kami kondisinya sekarang hancur dan rusak parah serta tertutup akibat reruntuhan bangunan tembok serta tanah bekas galian drainase. Kemudian ruang anak terlihat jelas,” imbuhnya.

Dirinya juga kini merasa khawatir, takut sebagian tembok RSUD yang lain ambruk, karena hal itu bisa menimpa rumahnya. “Jujur, kami sekarang tambah khawatir. Takutnya roboh lagi bagian yang lain. Selain itu juga, akibat tumpukan material yang masih belum dibersihkan, membuat lingkungan kami terendam air kalau hujan. Kemudian, sal anak sudah sangat terlihat jelas,” tambahnya.

Dewi mengaku sudah sempat menanyakan masalah ini ke pihak RSUD PALI, namun dari pernyataan direkturnya mengatakan bahwa RSUD juga menjadi korban.

“Saya pernah menemui Direktur RSUD PALI, tapi kata ibu itu, RSUD PALI juga ikut jadi korban. Karena, runtuhnya tembok akibat pembangunan drainase dari Dinas Pekerjaan Umum. Ibu direktur juga berkata sudah mengirim surat ke Dinas PU untuk segera diperbaiki,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait segera memperbaiki hal ini, jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki. “Kami cuma minta diperbaiki, jadi kami tidak merasa was-was lagi. Apalagi di rumah hanya ada saya dan dua orang anak saya. Suami bekerja di luar daerah,” pungkasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts