PALI, Sumselupdate.com – Hati-hati ketika membeli makanan di warung atau mini market, karena bisa jadi makanan yang kita beli tersebut sudah kedaluwarsa.
Hal itu ditemukan di Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Seperti di Mini Market ‘D, salah satu mini market yang ada di Kota Pendop, yang ada di Jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulya. Tanpa sepengetahuannya, konsumen diberikan produk wafer yang sudah kedaluwarsa.
Dengan masa kedaluwarsa pada tanggal 21 Juli 2016. Bahkan, ketika awak media mengkonfirmasi ke pihak mini market, ada dua kotak wafer lagi yang juga sudah habis masa berlakunya.
Salah seorang konsumen, Suherman, yang menjadi korban keteledoran minimarket tersebut menyayangkan masih dijajakannya produk yang sudah kedaluwarsa tersebut.
“Tadi yang belinyo kawan kami Eko, di MM itu. Pas makannyo, memang raso wafer itu sudah agak dak lemak. Terus, pas kami liat tanggal kadaluarsanyo, ruponya sudah lewat. Yakni pada tanggal 21/7/2016 kemarin,” kata Suherman seraya menunjukkan wafer yang sudah kedaluwarsa.
Harusnya, lanjut Suherman pihak toko melakukan pengecekan setiap awal pekan.
“Harusnyo diteliti lagi setiap barang itu, jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Mungkin setiap awal pekan harus dicek barang-barang dagangannya. Karena hal ini bisa membahayakan konsumen,” tegasnya.
Dirinya juga meminta agar pihak toko mau bertanggung jawab apabila dirinya dan beberapa temannya yang mengkonsumsi wafer tersebut mengalami gangguan pencernaan.
“Jelas, kami minta jaminan kepada pihak terkait. Bahkan, rencananya kami akan laporkan hal ini ke pihak yang berwenang menangani permasalahan ini,” pungkasnya.
Sementara itu, dari pihak mini market yang diwakili oleh kepala gudang, Fahmi meminta maaf kepada konsumen tersebut.
“Kami meminta maaf atas keteledoran pihak kami. Dan kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Fahmi ketika dijumpai awak media.
Fahmi mengaku bahwa pihaknya setiap awal pekan melakukan pengecekan barang. “Mungkin ini atas kurang teledor kami, maklum pak, dari 100 mungkin ada 1 barang yang tidak teliti,” tutupnya. (adj)











