Tanaman Padi Roboh Dihantam Angin Kencang, Petani di OKU Panen Lebih Awal

Minggu, 20 Maret 2016
Petani di Desa Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU memanen padi lebih awal lantaran tanaman padi mereka roboh dihantam angin kencang, Mingu (20/3).

Baturaja, Sumselupdate.com –Belasan hektar lahan persawahan padi milik para petani yang segera siap panen di Desa Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU, nyaris gagal panen lantaran diserang puso akibat erkena hantaman angin kencang disertai turunnya hujan deras.

Akibat diserang puso, untuk menghindari kerugian hasil panen lebih banyak, para petani pemilik lahan terpaksa melakukan panen padi yang terkena puso lebih awal, meskipun hasil panen yang didapat lebih sedikit serta bulir padi yang dihasilkan di bawah kualitas bulir padi siap panen.

Serangan puso ini diketahui, terjadi sejak Jumat (18/3) dan Sabtu (19/3) lalu secara berturut-turut. Para petani pemilik lahan sendiri baru mengatahui belasan hektar lahan persawahan milik mereka nyaris roboh tersebut pada Minggu (20/3) pagi, saat melihat belasan hektar batang padi yang ditanami bibit padi sejak sekitaran tiga bulan lalu telah roboh bergelimpangan di lahan sawah.

Read More

Salah satu petani, Cik Mat (45), serangan puso ini memang diakibatkan karena terjadinya hujan deras dan disertai tiupan angin kencang, sejak Jumat (18/3) siang lalu.

Di mana, belasan hektar batang sawah yang sudah ditanam oleh mereka sejak sekitaran tiga bulan lalu, diketahui menjadi rusak dan roboh akibat terkena puso.

Menurut dia, sejak mengetahui bibit padi yang ditanam terserang puso, guna menghindari kerugian, para petani terpaksa melakukan panen padi lebih awal.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian lebih besar. Dari penuturan Cikmat, sedianya belasan hektar lahan persawahan yang terkena puso ini, sekitaran dua minggu kedepan bakal siap dipanen.

“Ini akibat hujan turun sangat deras disertai angin kencang sejak Jumat dan Sabtu lalu. Kami sebenarnya sudah was-was, akhirnya memang hampir belasan hektar lahan sawah termasuk lahan sawah saya seluas lebih kurang 1 hektar rusak diserang puso,” kat Cik Mat.

Menurut dia, seluruh batang padi yang telah berisi bulir padi yang telahg roboh terpaksa dipanen lebih awal, hal ini guna mencegah agar batang padi yang telah roboh menjadi busuk karena lembab, sehingga bulir padi menjadi rusak.

Memang menurut Cik Mat, kejadian puso ini sangat sering terjadi jika melakukan musim tanam padi pada curah hujan yang terbilang masih tinggi.

“Untuk hasil panen jelas lebih sedikit, karena bulir padi yang dipanen tidak sempurna, selain itu pasti banyak bulir padi yang rusak karena lembab dan basah terendam air,” ujarnya.

Petani lainnya, Paranto (40) mengaku, dari belasan hektar lahan sawah yang terkena puso, terdapat seluas dua hektar lahan sawah miliknya semuanya terkena puso. Akibatnya serangan puso mendadak ini, tentu saja hasil panen padi perdana pada musim tanam tahun ini tidak dapat diprediksi hasilnya.

Menurut dia, jika secara normal dari dua hektar lahan sawah biasanya, bisa mengasilkan sekitaran 6 hingga 8 ton bulir padi. Namun akibat terserang puso, dirinya tidak dapat memastikan berapa kira-kira hasil panen padi yang didapat pada musim tanam yang baru saja dilakukan tersebut.

“Kalau normalnya bisa mencapai delapan ton untuk dua hektar lahan sawah, namun karena hampir keseluruhan batang padi yang siap panen roboh, saya tidak tahu berapa hasil panen untuk saat ini,” sesalnya. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts