Syarief Hasan: Pemda Bersama Bawaslu Harus Mengamankan APK

Writer: - Kamis, 8 Februari 2024
Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan, SE.

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR  Sjarifuddin Hasan, SE mengaku  prihatin dengan banyaknya kasus perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) pada pemilu 2024.

Perusakan itu menyebabkan kerugian bagi kedua belah pihak. Baik para caleg maupun  masyarakat.

Read More

Caleg merugi karena APK nya rusak dan  tidak maksimal mensosialisasikan dirinya kepada masyarakat. Sementara masyarakat tidak sempat  mengenal dan mengkomparasikan para calon, karena alat peraga yang digunakan  dirusak.

“Kasus ini banyak terjadi di lapangan dan patut disayangkan. Semestinya,  pemerintah daerah, bersama aparat terkait termasuk Bawaslu, bisa melakukan pengamanan kepada seluruh APK, terlepas dari siapa calon dan asal partainya. Dan itu harus dilakukan  di seluruh daerah. Peristiwa ini harus menjadi catatan, untuk dievaluasi dan  diperbaiki pada pelaksanaan pemilu berikutnya. Apalagi, perusakan APK juga berkontribusi terhadap tingginya biaya pemilu. Karena para kontestan  yang APK nya rusak, pasti akan mengganti dengan yang baru,” ungkap Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Meski berkontribusi terhadap tingginya biaya kampanye, bahkan menyebabkan korban jiwa, Sjarifuddin Hasan yang akrab disapa Syarief Hasan menolak  jika  baliho, spanduk hingga umbul-umbul sebagai APK ditiadakan. Meskipun saat ini  sudah memasuki era digital dan media sosial.

Baca Juga: Perayaan Natal DPR/MPR/DPD Pererat Tali Kasih Jelang Pemilu 2024

Pasalnya, belum semua anggota masyarakat, khususnya yang tinggal di desa, pelosok dan pedalaman bisa bersentuhan dengan media sosial.

Menyangkut kritik yang disampaikan berbagai civitas akademika, terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia, Syarief Hasan berpendapat kritik tersebut adalah asumsi, sehingga yang sebaiknya dilakukan adalah upaya preventif, dan tidak seharusnya di justifikasi.

Akan lebih baik jika seluruh kampus ikut terlibat dalam upaya-upaya mengawal pemilu, agar berlangsung secara jujur, adil, netral dan tidak ada keberpihakan.

“Jadi ini adalah kritik untuk kita bersama, karena  ada yang terjadi di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga: Ketua MPR RI Dorong Pemantapan Nilai Kebangsaan di Kalangan Pengusaha

Sebelumnya, saat menyampaikan pidato kebangsaan, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono antara lain menyampaikan beberapa temuan pada pelaksanaan kampanye pemilu 2024. Menurut SBY, ada beberapa proses pemilu yang harus diperbaiki. Antara lain, menyangkut fokus masyarakat hanya kepada  pilpres. Padahal,  pada 14 Februari bukan  hanya memilih  presiden, tetapi juga anggota DPR, DPRD, dan DPD. Karena itu masyarakat harus diingatkan agar tidak hanya salah memilih pemimpin, tapi juga tidak salah memilih wakil rakyat dan partai politiknya.

SBY juga menemukan kesan, bahwa pemilu seolah-olah akan berlangsung curang, sehingga hasilnya harus ditolak adalah sesuatu yang berlebihan. Namun, mengabaikan pikiran kritis dari civitas akademika, agar pemilu adil, juga tidak bijak. Bagaimanapun, hasil pemilu adalah sah, dan sah pula hasil pemenangnya. Karena itu pemilu harus dipastikan berjalan secara jurdil, dan seluruh aparat negara berlaku netral. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts