Susah Internet, Anak-anak Cari Sinyal di Bawah Pohon Mangga Untuk Belajar

Sabtu, 29 Januari 2022
Anak-anak di Desa Linggar Jaya, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan harus rela nongkrong di bawah pohon mangga di sebelah sekolah, pasalnya di titik itu terdapat sinyal HP yang paling besar, Sabtu (29/1/2022).

Laporan: A Putra

Lahat, Sumselupdate.com – Anak-anak di Desa Linggar Jaya, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan harus rela nongkrong di bawah pohon mangga di sebelah sekolah, pasalnya di titik itu terdapat sinyal HP yang paling besar.

Read More

Kades Linggar Jaya, Idi Sugiarman mengatakan, masyarakat Desa Linggar Jaya, Tanjung Bindu, Babat Lama, Datar Serdang, dan Marga Mulya, Kecamatan Kikim Timur, sangat susah mendapatkan sinyal internet.

“Betul sudah 13 tahun, sangat susah mendapatkan jaringan internet, hal ini menyulitkan dalam mencari informasi maupun menyelesaikan pekerjaan, bahkan anak anak harus pergi ke beberapa titik yang jaringan paling besar, namun tetap saja di titik itu jaringannya masih Edge,” ujar dia, Sabtu (29/1/2022).

Idi menambahkan, ke lima desa tersebut juga bersedia menyiapkan hibah lahan, untuk pembangunan tower provider dalam menunjang jaringan internet.

“Boleh provider mana saja, asalkan ke lima desa ada jaringan. Bahkan, penduduk desa setempat harus mencari spot-spot tertentu sekedar menelpon,” terangnya.

Ia berharap, provider-provider yang ada dapat membangun tower, sehingga tidak perlu lagi harus jauh-jauh mencari sinyal.

“Di sini sih ada, akan tetapi, sinyal internet milik perusahaan yang beroperasi dan radiusnya pun hanya beberapa meter saja,” pungkas Idi.

Senada dikatakan Kades Datar Serdang, Feri yang menuturkan, betul kebanyakan masyarakat telah memiliki ponsel android. Hanya saja, tidak didukung sinyal sama saja bohong.

“Di Desa Datar Serdang ini berada di kawasan rendah, jadi warga harus mencari spot tertentu agar sinyal dapat,” pungkasnya.

Ditambahkan Wahyu, salah seorang pelajar di Desa Linggar Jaya, dirinya mengaku, sering datang ke lokasi bawah pohon mangga di luar sekolah, meski di siang hari, hingga sore hari.

“Kami datang ke sini, sepulang sekolah, terkadang bisa sampai sore hari, karena kalau ada tugas dari guru di sekolah, untuk cari jawaban lewat internet, disini bisa buka google, meski lelet, namun bisa. Kalau dirumah, tidak bisa terbuka sama sekali,” terangnya. (**).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts