Palembang, Sumselupdate.com – Meskipun puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sudah terlewati, Sumatra Selatan masih berada dalam puncak musim hujan di bulan Februari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa peningkatan curah hujan di wilayah Sumatra Selatan masih berpotensi terjadi hingga awal Maret 2024.
Berdasarkan Prakiraan Musim Hujan Tahun 2023/2024 BMKG, sebagian wilayah Sumatra bagian selatan dan Pulau Jawa masih berada dalam puncak musim hujan di bulan Februari. Hal ini disebabkan oleh aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan pola perlambatan, pertemuan, dan belokan angin yang terbentuk di sebagian wilayah Indonesia.
BMKG memantau hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia sejak tanggal 24 hingga 29 Februari 2024. Intensitas curah hujan pada kategori ekstrem terjadi di wilayah DKI Jakarta (Kelapa Gading), sedangkan hujan dengan intensitas sangat lebat terjadi di Kalimantan Tengah (Barito Utara), Sulawesi Tenggara (Kendari), dan Papua Tengah (Timika).
BMKG memonitor bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut masih berpotensi hingga tanggal 8 Maret 2024 mendatang. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di wilayah Indonesia, termasuk Sumatra Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap peningkatan curah hujan yang berpotensi terjadi dalam seminggu kedepan dengan terus memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui aplikasi, website, media sosial, call center, atau kantor BMKG terdekat.(**)











