Baturaja, Sumselupdate.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) AL-Ma’arif Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mewisuda 206 mahasiswa dan mahasiswi di gedung Kesenian Baturaja, Rabu (24/8).
Direktur Akper Alma’arif Baturaja, Ns Roni Ferdi, S Kep, M Kes, saat dibincangi wartawan mengatakan wisuda XXI ini terdiri dari S-1 Kesehatan Masyarakat 59 orang, Akademi Keperawatan 57 orang dan Program Studi DIII Kebidanan 94 orang.
Dengan dilakukannya wisuda kali ini, kata Direktur Akper Al-Ma’arif menegaskan, artinya sampai sekarang Akper Al-Ma’arif sudah meluluskan 869 Sarjana Kesehatan Masyarakat, 1547 ahli madya keperawatan dan 1456 ahli Madya Kebidanan.
“Dari jumlah alumni itu rata-rata 80 persennya sudah bekerja di dinas dan instansi kesehatan. Semuanya memang bukan PNS. Para alumni bekerja di berbagai instansi kesehatan. Bahkan ada yang memegang jabatan strategis di instansi kesehatan,” ungkapnya.
Roni menambahkan, pasca wisuda lulusan Akper Al-Ma’arif telah mencoba mengimplementasikan “Kurikulum Berbasis Kompetensi”. Ini sebagai respon strategis untuk menjawab kebutuhan pasar masa depan dan tren perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.
Bahkan, kata dia, untuk para ahli madya keperawatan dan kebidanan lulusan tahun ini, telah mengimplementasikan uji kompetensi provinsi Sumsel di bawah naungan induk profesi masing-masing.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil uji kompetensi akhir bagi para lulusan program studi D-III, Kebidanan dan D-III Keperawatan sebelumnya diperoleh hasil yang baik. Baik pada aspek kuantitas maupun kualitas. Kami akan terus berkomitmen untuk terus melakukan berbagai langkah terbaik dan perbaikan dari waktu ke waktu. Harapannya agar visi berdaya saing mampu dicapai oleh semua lulusan STIKES Al-Ma’arif di masa-masa mendatang,” katanya.
Ada beberapa lulusan terbaik dalam kesempatan kali ini kata Roni. Di antaranya lulusan terbaik dari program studi S-1 Kesehatan Masyarakat Reguler diraih oleh Lestari dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) 3,83. Program Studi kesehatan Masyarakat Khusus, terbaik diraih Eka Bima Wati, dengan IPK 3,84. Program Studi D-III Keperawatan, diraih Veny Vanesas IPK 3,66. Program Studi D-III Kebidanan, diraih Sella Mentari IPK 3,77.
“Yang pasti memang di antara alumni harus saling melakukan komunikasi. Kita tetap memantau hal itu. Ikatan alumni Al-Ma’arif arus saling bahu-membahu. Harapan kita, kepada alumni bukan berarti selesai wisuda ini selesai belajar. Setelah selesai wisuda harus tetap jaga nama baik almamater dan bisa menerapkan ilmu kesehatan yang di pelajari di Al-Ma’arif,” katanya. (Yan)











