Palembang, sumselupdate.com – Pengerjaan proyek infrastruktur khususnya jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel selama tahun 2018 dinilai DPRD Sumsel amburadul.
Banyak proyek perbaikan jalan berstatus jalan provinsi yang dianggarkan dalam APBD Sumsel tahun 2018 lalu, yang tidak sesuai dengan harapan alias cepat rusak.
Ini diungkapkan Ketua DPRD Sumsel, MA Gantada saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/2/2019).
“Dalam peninjauan saya, pekerjaan perbaikan jalan selama tahun 2018 lalu amburadul, nikmatnya sebentar. Kita kan ingin menikmati jalan yang bagus selama mungkin. Ini mungkin kesalahannya dari kualitas, cara memilih spot-spot yang tidak benar. Harusnya spot yang memang parah tidak dikerjaan tapi yg tidak parah dikerjakan. Nah, ini ada apa,” tanya Gantada.
Gantada pun meminta agar ke depan, untuk perbaikan jalan ini memang betul-betul direncanakan. Tidak boleh lagi ada pekerjaan perbaikan jalan di Sumsel yang asal pengerjaan.
“Tahun lalu dan ke depan kita minta audit BPKP sehingga jalan di Sumsel selalu awet,” pinta politisi PDI Perjuangan ini.
Mengenai perbaikan jalan provinsi tahun 2019 ini, diungkapkan Gantada, anggaran perbaikan jalan di Sumsel dalam APBD tahun 2019, lebih dari 10 persen yakni Rp 1,1 trilyun dari total Rp 9,1 trilyun jumlah APBD Sumsel tahun 2019.
“Itu saya minta proses perbaikannya dipercepat jangan sampai rakyat terus menerus susah saat melintasi jalan tersebut,” ungkapnya.
Menurut Gantada, beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas untuk diperbaiki tahun 2019 ini antara lain di kabupaten Ogan Ilir ada 2 ruas jalan yakni Tanjung Raja ke batas OKU dan simpang Meranjat ke batas Muara Enim. Untuk OKI yakni dari simpang Jakabaring-Jejawi-Kayu Agung, untuk OkU Timur yakni jalan lintas Komering dan jalan Belitang hingga perbatasan OKI.
Selain ruas yang menjadi prioritas itu ada juga ruas jalan di kabupaten Muratara, Muba, dan Banyuasin.
“Itu memang belum tercover semua karena untuk memperbaiki semua jalan provinsi yang rusak, membutuhkan dana yang besar,” ujar caleg DPR RI Dapil Sumsel 2 ini.
Ke depan, lanjut Gantada, pihaknya akan meminta Pemprov Sumsel agar fokus kepemeliharaan jalan sehingga tak ada lg jalan di Sumsel yang rusak meski bukan lagi menjadi prioritas. Pengerjaan dan pemeliharaan diharapkan dilakukan dengan baik dan sesaui dengan spesifikasi jalan.
“Semoga yang sudah diperbaiki dapat terawat dengan baik, yang sudah diperbaiki jangan rusak lagi sehingga tidak menjadi beban tahun depan, pemeliharaan pun dilakukan sehingga jalan tidak rusak parah,” katanya.
Ditegaskan Gantada, dirinya beserta komisi IV DPRD Sumsel akan terus mengawasi proses perbaikan jalan di Sumsel ini sejak awal kerja hingga serah terima. Ia pun meminta agar masyarakat pun ikut mengawasi proses perbaikan jalan di Sumsel ini.
“Saya minta kepada masyarakat yang berada di sepanjang ruas yang diperbaiki jangan hanya menerima saja. Jika memang tidak sesuai atau tidak layak dan tidak sesuai jangan diterima,” pintanya kembali.
Senada anggota komisi IV DPRD Sumsel, Rusdi Tahar mengatakan, perbaikan jalan provinsi ini harus segera dilakukan oleh Pemprov. Sumsel. Tidak ada lagi alasan untuk menunda pekerjaan perbaikan jalan karena anggaran sudah ditetapkan dan disahkan DPRD Sumsel.
“Jangan lagi ditunda, rakyat sudah menunggu. Sudah lama nasyarakat mengingkan jalan yang bagus sehingga aktifitas mereka menjadi lancar terutama di kabupaten-kabupaten,” ujar Rusdi Tahar. (mor)











