Jakarta, Sumselupdate.com – Setelah terjadi penyerangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna di Distrik Mugi Mam, Nduga, Papua, yang menyebabkan seorang prajurit TNI tewas membuat Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meningkatkan status di Papua menjadi Siaga Tempur.
Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan mengatakan, keadaan di Papua tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena semakin banyak korban TNI, Polri, dan rakyat.
Menurut Syarief, bila pemerintah betul-betul mengambil langkah yang tepat dan tegas perlu didukung.
Pendekatan diplomasi dan pendekatan sosial bisa saja dilakukan namun perlu dilakukan secara tepat dan tegas.
“Silahkan saja melakukan pendekatan lunak dan diplomasi,” ujar Syarief di Cianjur, Selasa (18/4/2023).
Dikatakan, persoalan inti tidak bisa didiamkan. Keadaan yang demikian akan membuat rakyat menjadi korban.
“Kalau berlarut-larut bisa berbahaya bagi NKRI,” tuturnya.
Diakui pembangunan di Papua gencar dan massif dilakukan pemerintah namun bisa jadi hal itu bukan yang mereka butuhkan. “Persoalan utama dari mereka adalah aspirasi,” tambahnya.
Dikatakan, perlu strategi yang diluruskan kembali. Yang krusial di sana adalah masalah kemiskinan, kesejahteraan, itulah yang membuat mereka ingin memisahkan diri dari NKRI.
Pembangunan yang ada d belum dapat mengentaskan faktor-faktor tadi. Pembangunan infrastruktur seperti jalan memerlukan waktu panjang sedang kemiskinan dan ketidaksejahteraan sekarang yang dirasakan. (duk)











