Sidang Kembali Ditunda, Keluarga Rio Pembudi Kecewa dan Menangis

Ibu kandung Ria Pambudi menyandarkan tubuhnya ke dinding saat mendengar sidang pembunuhan anaknya di PN Palembang kembali ditunda, Senin (15/2/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dengan agenda putusan atas kasus pembunuhan calon pengantin, Rio Pambudi yang dijadwalkan digelar Pengadilan Negeri Palembang, Senin (15/2/2021) menuai kekecewaan dibenak keluarga korban.

Pasalnya, pelaksanaan sidang ternyata ditunda. “Kenapa ditunda, kecewa (saya) pak,” ujar Susana (50) ibu kandung korban yang langsung menangis tersedu seraya menyandarkan tubuhnya ke dinding saat mendengar sidang ditunda.

Bacaan Lainnya

Bukan tanpa alasan Susana langsung terhentak menangis. Sebab penundaan jalannya sidang tanpa ada pemberitahuan kepada keluarga korban yang sudah menunggu di gedung pengadilan sejak pagi hari.

Keluarga baru mengetahui hal tersebut setelah mendapat informasi dari salah seorang petugas Pengadilan Negeri Palembang sekira pukul 16.00 WIB.

“Dari hakimnya menjelaskan, penundaan sidang sudah diberitahukan ke jaksa sejak siang tadi,” ujar petugas perempuan yang tidak diketahui namanya tersebut.

Tidak dijelaskan pasti, alasan dari penundaan sidang. Petugas hanya menyampaikan sidang akan digelar esok hari.

“Pemberitahuannya sidang ini baru digelar besok,” ujarnya singkat.

Namun, keluarga korban mengaku sama sekali tidak mendapat kabar terkait ditundanya jadwal sidang.

Padahal keluarga sudah berusaha menghubungi JPU untuk menanyakan kejelasan jadwal.

“Kami seperti dipermainkan, tidak ada informasi yang kami dapat. Selama ini jangankan untuk dapat informasi, sekedar bertanya jadwal sidang ke jaksa sangat sulit. Contohnya seperti hari ini kami sudah menghubungi, tapi tidak ada respon. Jadi intinya disini kita merasa sangat dipermainkan,” ujar Ihsan, ayah tiri korban.

Dikatakannya, keluarga hanya ingin kejelasan terkait proses hukum terhadap pembunuh Rio Pambudi.

“Di sini kami hanya menuntut hukuman sesuai dengan hal yang sudah dilakukan oleh para terdakwa. Itu saja, tidak ada lagi yang lain. Kami bahkan rela meninggalkan pekerjaan, ada yang izin juga untuk hadir di sidang penentu ini. Tapi yang kami dapat malah kecewa,” ujarnya.

Sementara itu, JPU Kejari Palembang, M Faisal saat dikonfirmasi awak media terkait kisruh penundaan jadwal sidang ini tidak memberikan komentar.

Pernyataan justru disampaikan Kasi Pidum Kejari Palembang, Agung Ary Kesuma yang mengatakan, bila tidak ada kewajiban bagi seorang jaksa untuk memberitahu terkait jadwal persidangan kepada keluarga korban.

“Berdasarkan undang-undang juga tidak ada ketentuan yang mewajibkan hal itu, jadi disini jaksanya juga tidak melakukan hal yang salah,” ujarnya.

“Kalau jaksanya baik, biasanya dikasih tahu terkait jadwal sidang ke keluarga korban. Tapi kalau tidak diberitahu, juga tidak ada salahnya,” kata dia menambahkan.

Apalagi, kata Agung, sidang yang ditunda ini beragendakan pembacaan putusan.

Dimana, hal tersebut murni dipegang penuh oleh majelis hakim.

“Jadi apa yang menjadi alasan penundaan sidang kali ini, hanya hakim yang tahu karena itu sudah ranah mereka. Kecuali saat agenda sidang saksi atau tuntutan, baru itu urusan jaksa,” ujarnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.