Sempat Divonis Dua Tahun, Ayong Onslagh Pada Tingkat Banding

Titis Rachmawati, SH LLM.

Palembang, Sumselupdate.com – Febry Alfian alias Ayong (51), terdakwa dugaan penipuan proyek pengadaan embung salah satu venue Asian Games di Jakabaring, Onslagh tingkat banding yang sebelumnya divonis dua tahun penjara pada tingkat Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

Hal itu diketahui dalam surat putusan banding nomor 263/PID/2020/PT PLG tertanggal 19 Februari 2021 oleh majelis hakim banding diketuai Teguh Harianto SH MH dengan hakim anggota R. Sabarrudin Ilyas SH MHum dan Barmen Sinurat SH.

Bacaan Lainnya

Adapun dalam petikan amar putusan banding tersebut menyatakan bahwa membatalkan putusan PN Palembang nomor 1399/Pid.B/2020/PN.Plg tanggal 26 November  2020 yang menyatakan terdakwa Febry Alfian Alias Ayong tidak tebukti telah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kesatu yaitu perbuatan yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 379 a dan pasal 378 KUHP.

Selanjutnya majelis hakim banding memerintahkan melepaskan  terdakwa Febry Alfian Alias Ayong dari semua dakwaan dan tuntutan hukum (ontslaag Van Alle Reechtsvervolging).

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Titis Rachmawati SH LLM selaku penasihat hukum terdakwa Ayong membenarkan bahwa terdakwa selaku kliennya saat ini sudah dibebaskan sebagaimana petikan putusan pada tingkat banding.

“Pada nyatanya majelis hakim tingkat banding telah jeli melihat pokok perkara yang menjerat klien kami bahwa dalam banding yang kami ajukan menyatakan perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti, namun perbuatan tersebut bukan merupakan suatu tindak pidana,” ujar Titis saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (26/2).

Titis menjelaskan perkara ini sifatnya wan prestasi saja yang harusnya masuk di ranah perdata karena sebelumnya terdakwa sudah ada upaya melakukan pembayaran dengan menawarkan beberapa aset yang dimiliki yang nilainya melebihi dari nilai hutang yang disangkakan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasipidum Kejari Palembang Agung Ary Kesuma, SH, MH terhadap putusan itu mengungkapkan akan melakukan upaya kasasi ke tingkat Mahkamah Agung.

“JPU-nya akan melakukan upaya hukum kasasi atas putusan tersebut. Dan kami mempunyai waktu 14 hari ke depan untuk menyatakan kasasi,” tegas Agung, dikonfirmasi melalui pesan singkat whatapps.

Diketahui terdakwa Ayong yang mengaku sebagai komisaris PT Surya Prima Abadi bergerak dalam bidang supplier proyek lanjutan perluasan embung salah satu venue Asian Games di Jakabaring (tahun anggaran 2017).

Saat itu proyek tersebut membutuhkan pengadaan batu belah (split) yang kemudian ditawarkan terdakwa kepada korban Bong Elvan Hamzah atau pihak PT Metro Ragam Usaha senilai Rp3,4 miliar.

Selain kepada PT Metro Ragam Usaha, terdakwa juga menawarkan kepada PT Mitra Baratama Persada  senilai kurang lebih Rp4,6 miliar, terdakwa Ayong menjanjikan paling lama dua bulan tagihan itu akan dibayarkan sejak barang diterima.

Kedua perusahaan itu diduga mengalami kerugian dengan total lebih kurang Rp8 milar dan terdakwa sendiri didakwa melanggar pasal 379 a KUHP atau pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.