Palembang, Sumselupdate.com – Sekolah Rakyat permanen di Kota Palembang, Sumatera Selatan, ditargetkan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2027. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 6,9 hektar milik TNI Angkatan Udara di kawasan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang.
Tahapan persiapan pembangunan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan penggunaan sementara Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Pertahanan kepada Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Palembang, Rabu (14/10/2026).
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut menjadi langkah penting dalam merealisasikan fasilitas pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Alhamdulillah, kita bisa pinjam pakai aset lahan Danlanud. Insyaallah, bisa menampung siswa sebanyak 2.550 orang,” kata Ratu Dewa.
Ia berharap pembangunan fisik dapat dimulai pada November 2026 sehingga Sekolah Rakyat tersebut bisa menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.
Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah, terutama kelompok desil 1 dan 2.
Berdasarkan perencanaan, gedung sekolah akan dibangun setinggi empat lantai dengan fasilitas pendidikan modern. Sekolah ini juga akan dilengkapi asrama untuk menunjang kegiatan belajar sekaligus pembinaan siswa.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi. Selain itu, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan akses pendidikan.
Sementara itu, Kepala Biro Umum Kementerian Sosial RI, Yadi Muchtar, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat di Palembang merupakan usulan Pemerintah Kota Palembang yang mendapat respons dari pemerintah pusat.
Menurut Yadi, pembangunan dapat segera dilaksanakan setelah status lahan dinyatakan clear and clean atau tidak bermasalah serta seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
“Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), proses tender pembangunan ditargetkan sudah dimulai pada 16 Oktober 2026. Ini bagian dari tahapan persiapan agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Yadi menambahkan, Pemerintah Kota Palembang juga berperan dalam mendukung pelaksanaan program, terutama melalui pendataan calon peserta didik. Langkah ini diperlukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memenuhi kriteria dapat menjadi penerima manfaat.
Dengan kapasitas yang direncanakan mencapai 2.550 siswa, Sekolah Rakyat di Palembang diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.
(**)







