Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Didik Suhardi menyebut, peningkatan kualitas pendidikan diharap mampu menyiapkan anak Indonesia dalam kompetisi era globalisasi. Sebab, tantangan generasi bangsa ke depan dan semakin berat.
“Kita berharap kualitas pendidikan di Indonesia setiap tahun meningkat,” kata Didik Suhardi saat kegiatan pekan pendidikan dan budaya dalam rangka Hari Pendidikan Nasional yang berlangsung di SMK Yadika Lubuklinggau, Sabtu (20/4).
Menurutnya, persoalan saat ini mengenai pendidikan yakni pada kualitas. “Tuntutan dunia semakin global. Bahwa pendidikan kita harus selalu ditingkatkan. Di era global tidak ada satupun membatasi orang asing datang ke indonesia. Kita sudah masuk di era global,” ujarnya.
Didik menambahkan, jangan sampai orang asing yang kerja dan mengisi pekerjaan.
“Ini adalah refleksi yang harus kita lakukan setiap tahun. Jangan sampai kita mencetak yang sudah belajar, di lapangan kurang dibutuhkan. Sehingga jangan kan bersaing di tingkat nasional, di tingkat kota tidak bisa bekerja,” timpalnya.
Selain itu, dirinya berharap jika Kota Lubuklinggau bisa menjadi kota pendidikan dan kebudayaan, maka akan semakin banyak orang berkunjung ke Lubuklinggau. “Maka kita perlu berinovasi,” ungkapnya.
Kegiatan pekan pendidikan dan budaya dalam rangka hari pendidikan nasional di SMK Yadika Lubuklinggau diigelar Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel.
Kegiatan di antaranya parade budaya pelajar, pameran buku dan bazar pendidikan, lomba pelajar, guru dan orang tua se-Sumatera Selatan. Lalu nonton bareng film pendek karya pelajar Sumsel, pentas pelajar dan panggung hiburan rakyat serta olahraga bersama.
Asisten 3 bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel, Eduar Juliartha mengatakan setiap kegiatan yang ada di Sumsel diharapkan dengan semakin banyaknya infrastruktur yang dibangun, maka arus kegiatan di Sumsel bukan dipusatkan di Palembang saja.
“Setiap kegiatan diprovinsi sumsel akan menular ke seluruh wilayah di Sumsel ini,” terangnya.
Kata Eduar, kunci daripada keberhasilan dan kemajuan wilayah tidak bisa dipisahkan dari infrastruktur.
“Kita berharap visi dengan tagline bisa betul-betul terwujud di Lubuklinggau ini. Ini bisa akan segera terwujud,” ungkapnya.
Sementara itu Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menjelaskan, Kota Lubuklinggau usianya sudah 18 tahun.
Dan Lubuklinggau dikatakannya kota kecil dengan luasnya sekitar 401 km persegi, namun Lubuklinggau memiliki potensi. Sehingga dengan potensi itu ekonomi masyarakat akan maju kalau orang banyak datang ke Lubuklinggau.
“Lubuklinggau tidak punya sumber daya alam. Lubuklinggau tidak punya apa-apa. Maka kehadiran kegiatan ini telah dipercaya untuk sebagai tuan rumah, kami merasa bangga dengan kegiatan seperti ini di Linggau,” jelasnya.
Nanan berharap, suatu saat banyak kegiatan lain dilaksanakan di Lubuklinggau. “Kita ingin sumsel tidak hanya orang tahunya palembang saja, kita ingin Sumsel selain adanya palembang, juga orang mengenal Kota Lubuklinggau,” ujarnya.
Lebih lanjut, lewat kegiatan pekan pendidikan dan budaya dalam rangka hari pendidikan nasional dapat memberikan wawasan tersendiri untuk insan pendidikan. (and)











