PALI, Sumselupdate.com – Ratusan pelayat yang terdiri dari pelajar, guru dan kerabat serta masyarakat setempat mengiringi pemakaman Anggraini (19) warga Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi Senin (19/9/2016), sekitar pukul 18.00 di Jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulya tepatnya di depan Kantor Kemenag PALI.
Korban Anggraini yang tewas setelah tubuhnya terlindas dump truk tercatat sebagai siswi kelas XII SMAN 1 Talang Ubi, PALI.
“Kami sudah sepakat, untuk memakamkan almarhum di samping makam kakeknya, di pemakaman keluarga yang tidak jauh dari rumah kita,” ujar Marno, paman korban, Selasa (20/9/2016).
Sebelum dikebumikan, almarhumah dishalatkan terlebih dahulu di Masjid Alkautsar Abdul Jalin Desa Simpang Tais pada pukul 09.30 dan dilanjutkan upacara pamakaman yang dipimpin oleh M Husni staf ahli Bupati PALI, dan Ustadz Mujiono.
Dalam kesempatan itu M.Husni mewakili Bupati PALI menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas musibah yang menimpah keluarga almarhum dan memberikan bantuan berupa sejumlah uang untuk keluarga almarhum.
“Saya atas nama mewakili pemerintah kabupaten PALI dan Bupati PALI, turut berduka yang sedalam-dalamnya, dan untuk keluarga, kerabat dan sahat yang ditinggal korban dapat tabah dan menerima,” ucap Husni mewakili bupati PALI
Sementara itu, Sumardi (42), orang tua mendiang Anggraini terlihat cukup tegar tatkala jenazah sang putri keduanya itu dibawa masuk ke rumah duka. Maupun saat jenazah berangkat untuk dishalatkan, yang kemudian lantas dimakamkan.
“Bagi saya, begitu mengetahui musibah ini, sudah pasrah. Ia tadi hanya sempat berkata, jika dirinya akan berusaha sabar dan tawakal, karena semua ini adalah takdir dari Allah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Terlihat tegar, Sumardi ayah almarhum tengah fokus dan mencurahkan segenap isi pikirannya, untuk memberikan penghormatan detik-detik terakhir putri tercinta.
Sebelumnya, Anggraini menjadi korban kecelakaan, setelah sepeda motor merk Vega yang dikendarainya bertabrakan dengan mobil dump truck berwarna merah dengan nopol BG 8845 CG yang menyebabkan almarhum meninggal di tempat.
Selain itu Adis dan Nadia, yang merupakan adik kelas korban, benar-benar tidak menyangka kalau Anggraini yang merupakan siswa teladan dan sering menasehati dan memberi masukan kepada adik kelasnya pergi secepat itu.
“Mbak ani (sapaan-red) sudah seperti memberi tanda, kemarin tumben-tumbennya dia mau ikut-ikutan foto selfie sama kita. Biasanya dia paling gak mau difoto,” ujar adik kelasnya. (adj)











