Palembang, Sumselupdate.com — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam Sumatra Selatan. Jasmine Zanetta Shaumi, santriwati kelahiran Palembang asal Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 4 Kediri, berhasil meraih Beasiswa Pemerintah Kerajaan Maroko Tahun 2026 melalui jalur seleksi Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Jasmine lolos dalam seleksi tingkat nasional dan akan melanjutkan pendidikan tinggi di bidang Syariah pada salah satu perguruan tinggi di Kota Agadir, Maroko.
Namanya tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7651 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 14 September 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Selatan Syafitri Irwan menerima langsung Jasmine yang didampingi kedua orang tuanya di Kantor Wilayah Kemenag Sumsel, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag Sumsel memastikan kesiapan sekaligus memberikan dukungan kepada santri berprestasi asal Sumatra Selatan yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.
Syafitri mengatakan keberhasilan Jasmine menunjukkan bahwa pendidikan Islam dan pesantren memiliki potensi untuk melahirkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Lolosnya ananda Jasmine Zanetta Shaumi ke Maroko merupakan wujud nyata komitmen Kemenag dalam mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang berdaya saing global. Ini membuktikan bahwa santri memiliki kualitas keilmuan yang diakui dunia internasional,” ujar Syafitri.
Ia memastikan Kanwil Kemenag Sumsel akan terus mendukung program yang membuka akses pendidikan internasional bagi santri dan generasi muda.
“Kami di Kanwil Kemenag Sumsel akan terus memberikan dukungan penuh agar tradisi mencetak SDM unggul berwawasan internasional ini dapat terus berkelanjutan,” tambahnya.
Syafitri juga berpesan kepada Jasmine agar menjaga akhlak, meluruskan niat dalam menuntut ilmu, serta membawa nama baik Indonesia dan Sumatra Selatan selama menjalani pendidikan di Maroko.
Orang tua Jasmine, Yus Rakhmanto, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diperoleh putrinya. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari bimbingan para guru di Gontor Putri Kampus 4 Kediri serta terbukanya akses beasiswa pendidikan internasional melalui Kemenag.
“Sebagai orang tua, kami sangat bersyukur dan terharu. Pencapaian Jasmine tidak lepas dari bimbingan para guru di Gontor 4 Kediri serta keterbukaan peluang beasiswa internasional yang difasilitasi oleh Kementerian Agama,” ujar Yus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Sumsel atas arahan dan dukungan yang diberikan kepada keluarganya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kakanwil Kemenag Sumsel atas arahan dan dukungannya. Mohon doa agar Jasmine dapat menyelesaikan studi dengan lancar,” katanya.
Sementara itu, Jasmine menyatakan siap memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam ilmu sekaligus mempersiapkan diri agar dapat berkontribusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kesempatan besar ini. Terima kasih kepada Kemenag, orang tua, dan para guru di pondok. Keberhasilan ini menjadi amanah bagi saya untuk menimba ilmu sebaik-baiknya di Maroko agar kelak dapat kembali dan berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” ungkap Jasmine.
Program kerja sama pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Maroko pada 2026 meloloskan 50 mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah kota di Maroko.
Berdasarkan keputusan Pemerintah Kerajaan Maroko, penerima beasiswa tersebut tersebar di lima kota dengan bidang studi yang berbeda.
Sebanyak 21 mahasiswa ditempatkan di Fes untuk bidang Syariah serta Sastra dan Ilmu Humaniora. Kemudian, 19 mahasiswa melanjutkan studi di Tetouan pada bidang Ushuluddin.
Sementara itu, tujuh mahasiswa ditempatkan di Agadir untuk bidang Syariah, termasuk Jasmine. Dua mahasiswa lainnya ditempatkan di Kenitra untuk bidang Ilmu Humaniora dan Sosial, sedangkan satu mahasiswa mendapat penempatan di Rabat untuk bidang Sastra dan Ilmu Humaniora.
Sebelum diberangkatkan ke Maroko, Kemenag memastikan seluruh penerima beasiswa mengikuti pre-departure briefing atau pembekalan sebelum keberangkatan.
Pembekalan tersebut meliputi kesiapan akademik, kelengkapan dokumen perjalanan seperti paspor dan visa pelajar, serta penguatan wawasan kebangsaan. Tahapan ini dilakukan agar para penerima beasiswa siap menjalani studi sekaligus menjadi representasi Indonesia selama berada di luar negeri. (Iya)







