Salah Seorang Pelaku Tertangkap, Polisi Dalami Motif Lain Pembunuhan Sadis Pasutri Lansia

Jumat, 2 Desember 2016
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede.

Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) yang sudah usia lanjut  Thamrin Kadir (80) dan Cik Nura (78), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Mutiara II, RT 37/07, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mulai menemui titik terang.

Jajaran Polsek Seberang Ulu (SU) 1 dibantu petugas Unit Pidum Polresta Palembang bergerak cepat dan melakukan penyelidikan.

Read More

Hasilnya, beberapa jam setelah aksi pembunuhan, Kamis (1/12/2016), sekitar pukul 18.00, aparat kepolisian berhasil menangkap salah seorang pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede mengatakan, sengaja masih menyembunyikan identitas pelaku lantaran masih mengejar rekan tersangka lainnya.

Menurut Marully, kasus pembunuhan pasutri lansia malang ini akan terus dikembangkan, apakah motifnya hanya perampokan atau ada unsur lain seperti dendam maupun lainnya.

Marully mengatakan, kasus ini segera dilakukan gelar perkara yang kemungkinan dilakukan siang atau sore hari nanti.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Palembang ini terungkap setelah Suryati (42), tetangga korban dan Hendri (40), anak pasutri malang tersebut menemukan kedua korban bersimbah darah di atas tempat tidur, Kamis (1/12) malam.

Dari hasil visum Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, Tamrin mengalami luka tusuk di bagian leher sebelah kanan sebanyak tujuh lubang, sedangkan di bahu kanan empat lubang tikaman benda tajam.

Sementara korban Cik Nura meninggal dunia dengan lima luka tusukan dan luka gorok di bagian leher.

Suryati mengaku, merasa curiga jika di rumah korban terjadi apa-apa. Pasalnya, hingga menjelang malam, lampu rumah korban belum dihidupkan dan kediaman korban masih tampak sepi.

“Sampai maghrib tadi lampu rumah korban belum hidup. Saya curiga, karena biasanya menjelang maghrib Pak Thamrin ini keluar untuk shalat di masjid,” ungkap Suryati yang kediamannya persis bersebelahan dengan rumah korban.

Bahkan, lanjut Suryati, saat itu dirinya sempat memanggil korban dari luar rumah. Hanya saja, saat itu tak ada jawaban dari korban.

“Rumahnya itu gelap, tapi pintu terbuka sedikit. Sempat ada niat mau masuk, tapi saya takut,” terangnya.

Atas kecurigaan itu, Suryati akhirnya memutuskan untuk memanggil Hendri, anak korban yang juga tinggal di kawasan tersebut. “Saya menyuruh anak saya memanggi Hendri (anak korban). Setelah itu saya shalat,” tuturnya.

Tak lama berselang setelah Hendri datang dan masuk ke dalam rumah, Suryati dikejutkan dengan jeritan histeris.

Belakangan diketahui, rupanya saat masuk ke dalam rumah, Hendri melihat kedua orang tuanya sudah tewas terbunuh. (tra)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts