Rasionalitas Pemilih di Kabupaten Muaraenim

Ilustrasi

Di Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan ada dua kelompok pemilih; pemilih sosiologis dan pemih rasional. Setiap pemilih mempunyai rasionalitas masing-masing.

Pemilih sosiologis mempertimbangan faktor kedaerahan, kesamaan dusun dan suku. Makanya saya katakan tepat kalau ada caleg mengambil tagline seperti; ‘Urang tuboh, Jeme kite, dst’. Karena memang ada basis pemilihnya. Sayangnya pemilih sosiologis ini ikatannya sudah mulai kendor.

Bacaan Lainnya

Di tengah terpaan ekonomi yang sulit-harga karet murah dan sembako mahal. Mereka memiliki kecendrungan yang sangat besar untuk berubah.

Hal ini juga didukung oleh akibat gagalnya caleg sedusun satu suku yang mereka dukung memberikan efek ekonomi yang positif ketika caleg itu berkuasa.

Bagi mereka untuk apa mencoblos si anu lagi karena selama ini dia gagal memberikan keuntungan ekonomi.

Berubahnya pemilih sosiologis menjadi pemilih rasional ini ditambah memang sudah ada pemilih yang sejak awal memang rasional.

Rasionalitas mereka; kalau saya mencoblos caleg tersebut apa yang saya dapatkan? Rasionalitas mereka memang cenderung berupa keuntungan ekonomi (uang).

Logika rational-choice, logika untung rugi. Sebenarnya bisa saja rasionalitas ini dirubah menjadi rasional program kerja.

Kuncinya adalah hadirkan program yang memang bermanfaat, tepat sasaran dan yang paling penting tepat janji.

Tapi pemilih ini paham, bahwa politisi itu tukang bohong dan ingkar janji makanya mereka abai dengan segala program kerja yang ditawarkan. Lebih memilih yang pasti-pasti saja menawarkan uang Rp50.000.

Pilkada 2018 memperlihatkan ini dengan jelas kepada kita. Ikatan sosiologis kedaerahan kalah oleh rasionalitas untung rugi pemilih.

Masalah utamanya ada di tingkat kepercayaan masyarakat terhadap politisi. Jika politisi tepat menawarkan program kerja dan tepat janji.

Secara otomomatis tingkat kepercayaan pemilih akan membaik dan politik uang bisa dikurangi. (**)

 

Oleh: Hendra Juansyah  (Rumah Data Indonesia)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.