PUISI: Di Mana Kaca?

Jumat, 25 Februari 2022
Ilustrasi/net

KACA

Berawal dari banyak titian jalan panjang
Melalui liku dan persimpangan
Nurani terbelah pada keinginan
Pikiran tersangkut jejak loba membara
Halal haram cuma sebagai pilihan ganda
Usah mendebat atau menghujat tak berujung
Sudah tak ada kaca lagi….
Tempat ruang mematut diri
Sudah tak ada kaca lagi…
Tempat sukma bersolek rapi
Sudah tak ada kaca lagi…
Saat perilaku busuk bebas berkembara

Hilang arah pada yang dibukukan
Tempat pustaka pertanggungjawaban

Read More

15 Februari 2022

 

TANDA TANYA

Adalah tanda tanpa tanya
Keburukan berputik bunga kebaikan
Menyamar harum pada banyak retorika
Berupa taman di seputaran
Menyerpih memerahkan mata

Adalah tanya tanpa tanda
Kelam bersirobok merajalela
Menebar racun kegelapan
Bumi muntah dalam serapah
Saat jiwa tak punya harga

Tak perlu risau tentang tanda dan tanya
Hanya fenomena
Terbang ke langit genggamlah takwa
Insya Allah, terjawab sudah

Bandung, 20-02-2022

 

MENGHENINGKAN CIPTA

Ketika omong dan perilaku berbanding balik
Terjerembap jauh di dalam hati yang gelap
Semua absurd
Absurd…

Aku memeditasi ruhku
Seberapa pun lantangnya toa
Aku bahagia

25 Februari 2022

(**)

Karya: Heddy WSalam

Penulis Buku Antology Puisi “Wajah Angan-Angan” & Antologi Cerpen “Panorama Hati”

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts