Polsri Gandeng Kolej Komuniti Mas Gading, Bantu UMKM Perempuan Palembang Kembangkan Usaha

Writer: - Selasa, 13 Oktober 2026
Tim Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Satu Amal Indonesia (SAI), dan Komunitas Tangan Ibu Palembang mengikuti kegiatan studi banding daring bersama Kolej Komuniti Mas Gading, Sarawak, Malaysia, untuk memperkuat pengetahuan tentang inovasi produk dan pengelolaan keuangan UMKM. (Foto; Sumselupdate.com/Tim PkM Polsri)

Palembang, Sumselupdate.com – Komunitas Tangan Ibu binaan Satu Amal Indonesia (SAI) di Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, mengikuti studi banding daring bersama Kolej Komuniti Mas Gading, Sarawak, Malaysia.

Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan mengenai inovasi produk, pengelolaan keuangan, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Read More

Kegiatan yang melibatkan 18 anggota Komunitas Tangan Ibu tersebut diselenggarakan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) pada 22 Juli 2026. Studi banding ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Optimization of Business Financial Management for MSMEs melalui skema Kolaborasi Internasional.

Program tersebut didanai melalui DIPA Polsri dan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026.

Tim pelaksana diketuai Keti Purnamasari, S.E., M.Si., bersama Dr. Sari Lestari Zainal Ridho, S.E., M.Ec., CHE, dan Chintia Romadayanti, S.E., M.Si., dari Program Studi D4 Manajemen Bisnis Polsri.

Anggota Komunitas Tangan Ibu binaan Satu Amal Indonesia di Kelurahan Keramasan, Palembang, mengikuti studi banding daring bersama Kolej Komuniti Mas Gading, Sarawak, Malaysia, untuk mempelajari inovasi produk dan pengelolaan keuangan UMKM. (Foto; Sumselupdate.com/Tim PkM Polsri)

Kegiatan ini juga melibatkan Dr. Hayati Ibrahim dari Kolej Komuniti Mas Gading serta dua mahasiswa, Naira Sasikirani dan M. Fathir Ramadhan.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari pengalaman pengembangan produk berbasis bumbu tradisional di Sarawak, termasuk gagasan mengolah pasta bumbu yang mudah rusak menjadi produk kiub bumbu siap masak dengan daya simpan lebih lama.

Belajar Inovasi Produk dari Sarawak

Dr. Hayati Ibrahim memaparkan rancangan proyek bertajuk Inovasi Penghasilan Kiub Bumbu Sarawak Sedia Masak. Inisiatif tersebut berfokus pada pengembangan produk bumbu tradisional agar lebih praktis dan berpotensi dipasarkan secara lebih luas.

Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi anggota Komunitas Tangan Ibu, meskipun jenis produk, skala usaha, dan teknologi yang digunakan berbeda.

Prinsip pengelolaan usaha yang diterapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM untuk memperbaiki proses produksi dan pengelolaan bisnis.

Studi banding daring Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) bersama Kolej Komuniti Mas Gading, Sarawak, Malaysia, membahas inovasi produk, pengelolaan keuangan, dan strategi pengembangan UMKM untuk memperkuat kapasitas usaha perempuan di Palembang. (Foto; Sumselupdate.com/Tim PkM Polsri)

Beberapa aspek yang dibahas antara lain pencatatan stok bahan baku, perhitungan biaya produksi, penetapan harga jual, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, standardisasi mutu, serta perlindungan merek.

Dalam usaha pembuatan keset, misalnya, pencatatan stok bahan baku dapat diterapkan dengan mendata pakaian sumbangan yang masuk dan jumlah bahan yang digunakan.

Sementara itu, perhitungan biaya produksi membantu pelaku usaha menentukan harga jual yang dapat menutup biaya sekaligus memberikan keuntungan.

Penerapan pencatatan keuangan yang tertib juga penting untuk mengetahui kondisi usaha secara lebih terukur. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat mengevaluasi biaya, mengendalikan penggunaan bahan, dan menyusun rencana pengembangan usaha.

Mengolah Limbah Tekstil Menjadi Produk Bernilai Jual

Komunitas Tangan Ibu merupakan kelompok usaha perempuan yang menjalankan pendekatan ekonomi sirkular. Melalui pendampingan Satu Amal Indonesia, pakaian sumbangan yang tidak tersalurkan diolah menjadi keset dengan merek “Keset Kaki Palembang”.

Produksi keset tersebut melibatkan ibu rumah tangga yang berafiliasi dengan PAUD CERIA, sekolah gratis bagi masyarakat kurang mampu di kawasan Keramasan.

Inisiatif ini memanfaatkan kembali limbah tekstil agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Pada saat yang sama, kegiatan produksi membuka kesempatan bagi para ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan tambahan.

Melalui studi banding bersama mitra dari Sarawak, Komunitas Tangan Ibu mendapatkan referensi mengenai pengembangan produk dan tata kelola usaha. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengevaluasi proses produksi, memperbaiki pencatatan keuangan, dan mengembangkan usaha secara lebih terencana.

Kolaborasi Polsri dan Kolej Komuniti Mas Gading ini juga memperlihatkan pentingnya pertukaran pengetahuan lintas negara dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM perempuan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts