Laporan Sahrial Hadi
Muaraenim, Sumselupdate.com – Anggota Reskrim Polsek Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) PT KAI berhasil menggulung tiga pelaku pencuri pandrol rel kereta api (KA).
Para pelaku masing-masing berinisial Cg (17) dan RK (24), keduanya warga Dusun II, Desa Tanjung Pinang II Ogan Ilir. Kedua tersangka diciduk pada 11 Mei 2020.
Sedangkan tersangka Farhan (23), warga Dusun I, Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim telah tertangkap tangan diduga telah melakukan pencucian pendrol di KM 343+7/8 jalur hulu rel kereta api di Desa Karang Endah, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim.
Tersangka Farhan diamankan pada 20 Mei di Polsek Gelumbang bersama barang bukti pendrol 41 buah serta satu unit mobil Toyota Kijang Lgx biru metalik BG 2495 FL.
Penangkapan tiga pelaku pencurian pandrol rel KA diungkap dalam Anev Kinerja Polsek Gelumbang, Rabu (10/6/2020).
Pada kesempatan itu, Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno, SH, SIK membenarkan telah mengamankan tiga tersangka pencurian padrol rel KA beserta barang bukti.
Menurutnya, kasus ini akan kita tindaklanjuti untuk dilakukan pengembangan.
Sedangkan Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti kepada Sumselupdate.com mengatakan, penangkapan dan ungka kasus ini berkat kerja sama unit Pengamanan PT KAI dengan Polsek Gelumbang serta masyarakat.
“Pencuri yang berhasil ditangkap akan diproses hukum, serta mendapatkan hukuman yang membuat jera para pelaku. Penangkapan ini merupakan usaha PT KAI dalam mengamankan perjalanan kereta api dengan terus melakukan pengamanan secara ekstra di seluruh wilayah operasional kereta api,” ujarnya.
Aida mengungkapkan di Divre III Palembang masih sering terjadi pencurian material prasarana dan sarana kereta api di antara pendrol, rel, kawal sinyal, dan semboyan 21.
Semboyan 21 ini merupakan tanda atau lampu berwarna merah padas kedua sisi kanan dan kiri kereta/gerbong yang menandakan kereta/gerbong ini mengakhiri rangkaian kereta api.
Di mana keberadaannya sangat penting dalam operasional KA dan berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan kereta api
“Banyaknya oknum yang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan keuntungan pribadi secara sadar maupun tidak sadar telah membahayakan ribuan nyawa yang diangkut dengan kereta api maupun barang yang diangkut untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, di antaranya KA Batubara, BBM, dan juga semen,” tuturnya. (**)











