PALI, Sumselupdate.com – Polekmik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan, bak benang kusut.
Pejabat Pemkab PALI menyikapi serius tuntutan puluhan warga yang berunjuk rasa pada 27 Agustus yang meminta agar pelaksanaan Pilkades di desanya untuk ditunda.
Sikap serius pejabat Pemkab PALI di mana Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten PALI menggelar pertemuan dengan para Calon Kepala Desa (Cakades), panitia Pilkades bersama dengan Sekda PALI, Syahron Nazil, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) kabupaten PALI, Hj Yunita Arifin, serta Polsek Talang Ubi, Rabu (28/9/2019).
Pertemuan yang digelar di ruang Aula Kejari Kabupaten PALI itu berlangsung tertutup, bahkan awak media pun tidak bisa memantau jalannya pertemuan.
Pertemuan baru terlaksana sekitar pukul 17.15 WIB, meski pada awalnya direncanakan dilaksanakan pukul 14.00.
Dari kejauhan, terdengar pertemuan dipimpin oleh Sekretaris DPMD Kabupaten PALI, Mardiyansah, SH. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui hasilnya.
Tampak hadir pula Cakades yang mendapat diskriminasi dari panitia, Shinta Andayani.
Diketahui, polemik Pilkades Desa Sungai Baung terjadi karena Shinta Andayani dinyatakan gugur oleh panitia Pilkades setempat.
Shinta dituding tidak mengikuti tes psikologi kedua, namun pada akhirnya Shinta Andayani ditetapkan menjadi Cakades dan mendapat nomor urut empat.
Yang menjadi polemik, pernyataan gugurnya Cakades Shinta Andayani itu dikatakan oleh panitia Pilkades Sungai Baung yang sebelumnya telah mengundurkan diri.
Polemik pun kian panjang setelah uluhan warga Desa Sungai Baung, Selasa (27/8) mendatangi kantor DPRD PALI dan meminta pelaksanaan Pilkades Sungai Baung untuk ditunda. (adj)











