Pimpinan MPR Sampaikan Undangan Pelantikan Presiden dan Wapres RI Kepada Presiden ke-6 RI SBY

Writer: - Jumat, 18 Oktober 2024
Pimpinan MPR RI yang dipimpin Ketua MPR Ahmad Muzani menyambangi Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/10/2024) untuk menyampaikan undangan pelantikan presiden dan wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.

Bogor, Sumselupdate.com – Pimpinan MPR RI yang dipimpin Ketua MPR Ahmad Muzani menyambangi Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis  (17/10/2024) untuk menyampaikan undangan pelantikan presiden dan wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.

Turut hadir  Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dan Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI Hentoro Cahyono.

Read More

Usai bertemu SBY, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa kunjungan  Pimpinan MPR diterima langsung SBY. Dialog  pun berlangsung penuh keakraban.

“Kepada Bapak SBY, saya memperkenalkan Pimpinan MPR Periode 2024-2029 yang baru dilantik tanggal 3 Oktober 2024.  Setelah itu, kami sampaikan undangan menghadiri acara Sidang Paripurna MPR RI dengan agenda Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2024-2029 pada 20 Oktober 2024,” ujarnya.

Respon SBY, lanjut Ahmad Muzani, sangat baik. SBY mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan dan menyatakan menghadiri acara pelantikan tersebut.

“Alhamdulillah, kehadiran beliau bagi kami sangat bermakna dan  penting. Karena itu,  kami Pimpinan MPR berterima kasih dan bersyukur terhadap kesediaan beliau menghadiri acara pelantikan tersebut,” tegas Ahmad Muzani.

Selanjutnya, Ahmad Muzani menegaskan, dalam pertemuan tersebut, Pimpinan MPR dan SBY juga membicarakan tentang beberapa hal. Mulai dari  permasalahan kenegaraan, sampai seputar sejarah bangsa-bangsa dunia.

“Ada beberapa pesan dari beliau sebagai orang tua kepada kami keluar saat pertemuan itu.  Beliau mengatakan proses bernegara dan nation building tidak akan pernah selesai. Karena itu, kita diminta untuk terus mengupdate diri sebagai sebuah bangsa dan itu memerlukan waktu yang panjang.  Lakukan update terhadap apa yang dikehendaki negara melalui pendiri bangsa dan kehendak masyarakat . Hal itu penting, agar negara tidak tercerabut dari akarnya  dan tetap update dengan masyarakatnya,” paparnya.

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts