Pihak Kepolisian Siap Untuk Mengamankan Pemudik

Jumat, 24 Juni 2016
Wadirlantas Polda Sumsel, AKBP Dwi Sulistyawan

Palembang, Sumselupdate.com – Jajaran Polda Sumatera Selatan, khususnya dari jajaran lalulintas akan memaksimalkan pengamanan arus mudik di wilayah Polda Sumatera Selatan menjelang lebaran 1437 Hijriah terutama di daerah padat dilalui pemudik mendatang.

Wadirlantas Polda Sumsel, AKBP Dwi Sulistyawan, Jum’at (24/6) mengatakan, nanti tanggal 30 juni 2016 nanti, pihak Polda akan melakukan gelar pasukan dan akan lakukan operasi Ramadaniah.

Read More

“Kita juga akan melihat kesiapan kita jalan perbatasan dari lampung ke Jambi, mendirikan pos pengamanan gangguan kriminalitas dan kecelakaan. Kami pun mendirikan pos pelayanan di pasar-pasar dan objek wisata,” kata dia.

Dijelaskan, untuk daerah rawan kecelakaan dan kemacetan pihaknya pun sudah berkordinasi dengan berbagai pihak.

Dia mengaku, dari stakeholder terkait menjanjikan H-7 jalan Sumsel perbatasan Lampung dan Jambi siap dilalui.

“Kita juga antisipasi rawan kriminal, kita turunkan petugas lantas, brimob reserse dan ada pula instansi terkait seperti pihak kesehatan, pramuka dll. Kita harap tak ada rawan kriminlitas. Kami pun menurunkan personil 1000 orang lantas,” pungkasnya.

Sementara kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nasrun Umar menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dan menyampaikan untuk memaksimalkan penanganan kesiapan angkutan lebaran.

“Jika ada kendaraan yang mengalami kerusakan, pihak Dishub sudah menyiapkan mobil derek,” imbuhnya.

Nasrun menambahkan, saat mudik lebaran ada dua karakteristik hambatan yang bakal ditemui di jalan raya yakni hambatan rawan kecelakaan dan rawan bencana.

Untuk kawasan rawan kecelakaan sudah dipetakan dan dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk siagakan puskesmas-puskesmas pada angkutan lebaran agar bersiaga 24 jam.

“Karena kita tidak tahu kapan musibah itu bisa terjadi. Nah, daerah rawan kecelakaan diantaranya tikungan Muara Enim, Tanjung Enim, Baturaja, Lintas Timur, antara Muba menuju Mura, serta Babatoman dll,” tandasnya.

Pihaknya pun memantau berbagai hambatan lain seperti rawan bencana longsor, putus jembatan dan lainnya.

“Kami juga koordinasi dengan PU Bina Marga agar menyediakan alat berat pada titik yang sudah dipetakan. Beberapa tempat rawan longsor seperti di Mura, Lahat dan Muaraenim, kita antisipasi apakah balai jalan nasional atau jalan provinsi. Angkutan lebaran ini kerja rutin kita, jadi secara sistematis dilakukan berdasarkan tahun anggaran berjalan dan dari dana APBN sudah kita kerjakan, dan melakukan atensi pada titik-titik yang kita anggap rawan tadi,” jelasnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts