Pertama Kali Diperkenalkan di Sumsel, Apa Itu Pelatihan B5KB? Begini Penjelasannya

Suasana pelatihan ‘The 7 Islamic Daily Habits’ di Hotel Amaris, Palembang, Sabtu (1/2/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Dompet Dhuafa (DD) Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menggelar pelatihan ‘The 7 Islamic Daily Habits’ di Hotel Amaris, Palembang, Sabtu (1/2/2020).

Pelatihan yang diikuti 61 peserta dari berbagai kalangan ini dibuka langsung Pimpinan Cabang DD Sumsel Kusworo Nursidik, Lc.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ustadz Kusworo mengungkapkan, jika pelatihan ‘The 7 Islamic Daily Habits’ perdana digelar di Sumatera Selatan.

Dalam menggelar kegiatan keagamaan, DD Sumsel, selalu mengacu pada tiga poin penting, yakni unik, bermanfaat, dan belum pernah dibahas orang banyak.

Dompet Dhuafa Sumsel menemukan tiga poin itu dari pelatihan ‘The 7 Islamic Daily Habits’. Pelatihan ini, memperkenalkan metode hidup sukses dan berokah dengan ‘B5KB’.

“Itu sangat unik, metode ini pun punya manfaat luar biasa dan selama ini belum pernah dibahas,” jelasnya.

Seluruh umat muslim, pada prinsipnya sudah punya modal untuk memahami dan menggambil nilai-nilai dari pelatihan ini.

Itu karena, surat Al-Fatihah yang menjadi dasar dari metode B5KB tadi, sudah pasti sering dilapazkan setiap harinya.

“Kalau kita gali, nilai-nilai yang ada dan diimplimentasikan bisa melahirkan generasi yang luar biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Trainer & sekaligus penulis buku ‘The 7 Islamic Daily Habits’, Dr H Harjani Hefni, MA, menjelaskan, surat Al-Fatihah punya keistimewaan dari surat lainnya.

Peserta serius mengikuti pelatihan ‘The 7 Islamic Daily Habits’ di Hotel Amaris, Palembang, Sabtu (1/2/2020).

 

Di mana setiap ayatnya tidak bisa dibaca terpotong-potong, dan selalu dilapazkan minimal 14 kali dalam setiap harinya, yakni saat menjalankan ibadah shalat wajib.

“Tapi, jika umat muslim melakukan shalat sunnah lainnya, maka bisa mencapai 50 kali setiap harinya,” jelasnya.

Itu artinya, melapazkan surat Al-Fatihah telah menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Oleh karena itulah, bakal lebih bermanfaat jika mengetahui nilai-nilai yang bisa dipetik dari setiap ayat yang terkandung di dalamnya, yang kemudian dikenal dengan metode B5KB.

B5KB diambil dari nilai yang terkandung dari 7 ayat Al-Fatihah. B5KB adalah singkatan dari Bismillah yang bermakna meminta pertolongan pada Allah SWT dan kemudian menjadi lapaz diawal dalam setiap pekerjaan.

Bersyukur atas pencapaian yang diraih, Berpikir positif kepada yang maha pencipta, Berorientasi akhirat, Beribadah dan berdoa, Konsisten dalam komitmen dan ayat terakhir Bercermin.

Tujuh nilai tersebut saling berhubungan dan tidak boleh diambil hanya sebagian saja. Misalnya, seseorang yang ingin meraih sukses penuh barokah maka dia harus memulai aktivitasnya dengan menyebut nama Allah.

Maka dari itu, karena awal kerjanya menyebut nama Allah maka dia akan mampu mensyukuri nikmat yang diberikan kepadanya.

Syukur yang dia lakukan akan melahirkan kemampuan untuk menikmati kerja sehingga dia berusaha untuk professional dalam kerjanya.

Mensyukuri nikmat yang ada berarti memperlakukan nikmat yang ada dengan sebaik-baiknya, sehingga nikmat yang ada akan berbuah nikmat yang lain.

Begitulah sunnatullah yang berlaku secara normal. Hanya saja tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan kita.

Oleh karena itu, umat muslim perlu membangun dalam dirinya, pikiran positif kepada Allah. Pikiran positif ini bertujuan untuk mengokohkan mental agar mampu bertahap dalam setiap kondisi, baik senang maupun sulit.

Berpikir positif harus disusul dengan orientasi hidup akhirat, karena sekedar berpikir positif tidak membantu berpikir jauh ke depan sampai setelah kematian.

Dengan sekadar berpikir positif kepada Allah mungkin hanya bercita-cita pragmatis, meminta sesuatu yang instant di dunia, padahal setelah kehidupan dunia ini ada hidup abadi.

Setelah ‘habit’ berorientasi akhirat terbangun, juga perlu membekali diri dengan ketundukan dan ibadah kepada Allah. Setelah beribadah dianjurkan untuk berdoa, baik meminta kebaikan atau meminta dilepaskan dari segala beban yang menghimpit hidup seseorang.

Tetapi kadang-kadang semangat beribadah naik turun bahkan anjlok. Karena itu kita memerlukan konsistensi dalam beribadah. Dan agar dalam beramal dan bekerja tidak mengalami kesulitan, maka perlu bercermin kepada orang-orang yang pernah sukses dengan nilai warisan Al-Fatihah sepanjang zaman.

Model B5KB yang juga disebut Al-Fatihah, upaya untuk menggali kembali nilai-nilai warisan berkualitas tinggi yang masih banyak belum dipahami atau bahkan mulai tenggelam dalam lumpur rutinitas. (rel)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.