Pengamat Politik Lokal Sebut Cagub Sumsel Belum Populer

Jumat, 28 Juli 2017
Ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com – Pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018 masih sekitar setahun lagi. Namun sudah jauh hari, beberapa tokoh mulai menampakkan diri, seperti melakukan sosialisasi lewat berbagai kegiatan, atau hanya sekedar memasang foto di jalan.

Sebut saja, H Aswari Rifai, H Ishak Mekki, H Syahrial Oesman (SO), H Herman Deru, H Susno Duaji hingga mantan Pangdam II Sriwijaya Mayjen Purn Iskandar M Sahil dan beberapa nama lain. Lalu siapa diantaranya yang populer di masyarakat saat ini?

Read More

Pengamat politik dari Universitas Baturaja (Unbara), Marratu Fachri belum berani menyebut siapa diantara mereka yang terpopuler. Sebab menurutnya, belum ada dasar atau indikator maupun data kongkrit terkait kepopuleran tokoh-tokoh yang dimaksud.

“Soal siapa yang populer, kita tidak punya data kongkrit karena belum ada indikator penelitian. Jadi menurut saya nama-nama diatas semuanya populer karena sering turun juga mensosialisasikan diri,” sebutnya.

Dalam hal ini, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) OKU itu memilih hati-hati dalam menyebut tokoh paling populer, apalagi melihat perkembangan politik yang sangat cepat dan cair. Jadi akan banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

“Sekali lagi saya belum bisa menyebut karena tak punya data. Dan saya kira semuanya sama-sama populer. Soal kegiatan di masyarakat, hampir semua tokoh tersebut juga melakukan. Kecuali jika memang sudah ada survei atau data,” imbuhnya.

Begitu juga mengenai peluang koalisi, Marratu juga tak ingin bicara melebar. Tapi paling tidak, kata dia, seorang tokoh yang memegang partai politik (parpol) atau jadi pimpinan parpol, sudah punya modal. Karena dengan begitu, yang bersangkutan cepat membangun komunikasi politik.

“Tapi bukan berarti yang tidak memegang parpol tidak punya peluang. Paling tidak tokoh pimpinan parpol punya modal politik,” jelas dosen FISIP Unbara itu.

Bagaimana soal beberapa tokoh yang muncul itu kerap mengekspose kebersamaan mereka? Seperti Selfie yang dilakukan H Aswari Rifai, H Ishak Mekki dan H Syahrial Osman baru-baru ini? Apakah menandakan sesuatu? Perihal ini juga, menurutnya terlalu prematur jika mengkaitkan kedekatan itu dengan lobi lobi politik.

“Ya bisa juga sih mereka saling jajaki. Sebab Pilkada ini jugakan berkaitan dengan pasangan, apakah nomor satu atau jadi nomor dua. Tapi perlu diingat, ego parpol kadang-kadang bermain disitu. Jadi pertemuan mereka itu belum tentu gandeng ini atau gandeng itu,” katanya.

“Menurut saya normal-normal saja mereka selfie bareng. Karena Disitu lah akan terjalin komunikasi termasuk juga penjajakan. Karena pada akhirnya survei yang dijadikan perhitungan parpol untuk dijadikan salah satu pijakannya,” demikian Marratu menandaskan. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts