Pencarian Pasutri Korban Tabrakan Dua Speedboat di Sungai Musi Dilanjutkan Besok

Rabu, 30 Mei 2018
Kondisi speedboat yang terlibat tabrakan di perairan Sungai Musi tak jauh dari Jembatan Ampera dan Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu (30/5/2018), pagi.

Palembang, Sumselupdate.com – Dua korban yang hilang (sebelumnya ditulis tiga orang –red) akibat tabrakan dua speedboat ‘Rahendra Putra’ dan speedboat 40 PK ‘Lima Saudara’  di perairan Sungai Musi tak jauh dari Jembatan Ampera dan Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu (30/5/2018), pagi, hingga kini belum ditemukan.

Pencarian dua korban hilang yang belakangan diketahui pasangan suami istri (pasutri) H Abdul Hamid (48) dan Hj Zubaidah (43), masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.

Read More

Pencarian akhirnya dihentikan sekitar pukul 18.00 dan rencananya akan dilanjutkan keesokan harinya.

Dalam peristiwa tragis ini menewaskan dua penumpang speedboat ‘Rahendra Putra’ bernama Sumali (47) dan Sukatmi (46), warga Desa Rejo Sari, SP 11, Jalur 14, Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa kecelakaan ini bermula saat speedboat ‘Rahendi Putra’ yang diserangi Rahmat (29) baru tiba di Palembang dari Jalur 14, Banyuasin sekitar pukul 09.00.

Speedboat ‘Rahendi Putra’ ini menurunkan lima orang penumpang di dermaga Pasar 16 Ilir, dan satu orang di dermaga Pasar 10 Ulu.

Lalu Speedboat tersebut melaju ke dermaga Bekangdam II/Sriwijaya dengan menyisir di perairan depan BKB.

Saat di depan BKB, tiba-tiba speedboat ‘Lima Saudara’  yang diserangi Dumyati (46) berpenumpang lima orang mendahului dengan mengambil jalur yang hendak dilalui ‘Rahendri Putra’ yang ukurannya lebih besar.

Serang yang tak melihat speedboat kecil tersebut menyalip, tidak mengurangi kecepatannya sehingga tabrakan tak terelakkan.

Kedua speedboat dengan cepat tenggelam. Beruntung, seluruh penumpang berikut serang speedboat ‘Lima Saudara’ selamat.

Namun naas dua penumpang speedboat Rahendra Putra tewas tenggelam, sementara dua lainnya masih belum ditemukan.

Melihat hal itu, warga pun langsung melakukan pertolongan kepada penumpang kapal yang tenggelam,

“Speed ini mau bersandar datang dari jalur, tiba-tiba ada speed kecil dari arah berlawanan yang melaju cukup kencang sehingga terjadi kecelakaan Pak,” kata Suef, warga yang melihat peristiwa tabrakan tersebut.

Menurut dia, peristiwa kecelakaan dua speedboat tersebut terjadi sangat cepat.

“Saya sedang berjualan bersama rekan-rekan Pak, di 10 Ulu melihat kecelakaan tersebut saya bersama warga langsung menolong para penumpang,” ungkapnya.

Diakuinya, setelah kejadian tersebut speedboat ‘Rahendi Putra’ sempat terbawa arus hingga ratusan meter di perairan Sungai Musi.

“Kami langsung turun naik speedboat menuju lokasi kejadian. Para penumpang yang ada di dalam speedboat Rahendi Putra terseret arus ke berbagai sisi, jadi semua orang tolong-menolong untuk menyelamatkan korban,” jelasnya saat ditemui di dermaga 10 Ulu.

Masih dikatakannya, dalam aksi penyelamatan yang dilakukan warga, dua orang masih hilang karena diseret arus deras.

Sementara, dua orang lainnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara. (tra/hyd)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts