Tak Dipinjami Lapangan, Pemuda PALI Ancam Lakukan Aksi ke Pertamina

Kamis, 12 Januari 2017
Widodo saat menunjukkan surat balasan dari Pertamina

PALI, Sumselupdate.com – Akibat tidak dipinjamkannya Gelora November oleh PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo untuk kegiatan turnamen sepakbola. Membuat pemuda PALI geram dan berencana melakukan aksi damai ke perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas tersebut.

Widodo, ketua panitia pelaksana turnamen sepakbola Pendopo Cup menuturkan jika pihaknya telah beberapa kali mengajukan surat permohonan peminjaman Gelora November, tetapi dari pihak pertamina masih belum memberikan izin.

Read More

“Sudah dua kali kami ajukan surat. Namun pihak mereka (pertamina-red) tidak memberi izin dengan alasan surat menyurat serta proposal yang diajukan tidak jelas. Setelah diperbaiki serta dilengkapi surat-suratnya kami ajukan lagi, namun mereka masih tidak memberikan izin,” ucap Widodo saat ditemui awak media, Kamis (12/1/2017).

Sebelumnya, ketika kali pertama Widodo ajukan surat permohonan peminjaman gelora November, alasan mereka tidak memberikan izin karena beberapa waktu lalu terjadi kerusuhan antar suporter.

“Itukan dulu, beda lembaga, beda tempat, tentu beda. Kita juga pasti berkaca dari pengalaman agar tidak terjadi. Namun, jika dihalangi seperti ini bagaimana Pertamina Pendopo mensupport pembangunan di PALI,” tegasnya.

Bahkan, pihaknya juga telah menuruti apa saja yang diinginkan Pertamina untuk melengkapi syarat-syarat. Adapun awalnya turnamen itu bertajuk Gelora Cup dan karena pihak Pertamina minta diganti menjadi Pendopo Cup. Kemudian susunan kepanitiaan juga telah dilengkapi penanggungjawab.

“Serta telah dibubuhi stempel panitia dan kecamatan. Namun tetap sama keputusannya,” terang Widodo seraya mengatakan akan mengadakan aksi damai ke Pertamina dalam waktu dekat.

Sementara itu, Nursiela Ary, Staff Legal Relation Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field membantah jika pihaknya tidak memberikan izin. Hanya saja, dirinya meminta panitia Pendopo Cup untuk melengkapi syarat-syarat administrasi.

Karena menurut Nursiela, proposal dan surat yang diajukan tidak jelas susunan kepanitiaan dan penanggungjawabnya. “Sebenarnya kami sudah berniat meminjamkan Gelora November, tapi kami mengacu pada kejadian terakhir yang menyebabkan satu orang suporter meninggal. Kami agak membatasi kegiatan bersifat mengumpulkan massa yang tidak jelas penanggungjawabnya siapa,” jelas Nursiela.

Setelah itu, dirinya juga tetap berkoordinasi dengan panitia untuk melengkapi persyaratan administrasinya.
“Kita cuma minta distempel penanggungjawabnya. Intinya kami minta panitia melengkapi administrasi secara lengkap dan resmi,” tambahnya.

Terkait akan adanya aksi damai pemuda PALI, Nursiela mengaku tidak bisa menghalangi setiap orang untuk menyalurkan aksi dan aspirasinya. “Yang pasti apapun yang mereka bakal lakukan pasti sudah memikirkan dampak dan lainnya. Jadi kalau menurut kami silakan saja,” tandasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts