Palembang, Sumselupdate.com – Penolakan Revitalisasi Pasar Cinde yang dianggap sebagai cagar budaya, menyebabkan terhambatnya pembangunan Pasar Cinde tersebut. Oleh karenanya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin segera akan mencari solusinya.
Menurut Alex Noerdin, rencana revitalisasi Pasar Cinde sudah ada pemberitahuan dari Balai Arkeologi, mereka sudah memahami maksud dari Built Of Transfer (BOT). Tetapi mereka meminta jangan sampai bangunan-bangunan bersejarah punah.
“Kita akan rubah design agar gedung itu tetap ada tetapi di revitalisasi. Pasar Cinde sekarang ini bau, jorok, kotor dan jangan sampai roboh. Makanya ada kesepakatan revitalisasi tampa merubah bentuk lama,” ujarnya.
Alex melanjutkan, sampai saat ini Pasar Cinde belum sebagai cagar budaya, ini BOT sudah berjalan jauh baru ada ribut-ribut, seharusnya sekarang bukan ribut-ribut tetapi memberikan solusi.
“Solusi dari kita adalah revitalisasi. Dalam hal bangunan bersejarah ada Konservasi dan Revitalisasi, kalau Konservasi tidak boleh diubah-ubah tetapi gedung harus terpelihara sebagai contoh Menara Pisa di Italia, itu tidak dirubah tetapi direvitalisasi agar tidak roboh,” jelasnya.
Ditambahkannya, sama seperti Menara Pisa, Pasar Cinde akan direvitalisasi agar jadi bagus, jadi bersih, juga bisa berguna lagi, bentuk lamanya dipertahankan tetap dengan tiang cendawannya.
“Filosopi dari bangunan dengan tiang cendawan adalah masyarakat kita dahulunya kalau berjualan di bawah pohon, tetapi sekarang di bawah tiang. Tiang cendawan itu tetap ada dan dipertahankan dalam struktur gedung yang baru nanti,” pungkasnya. (adi)











