Pemkab PALI Janji, Pjs Kades Simpang Solar Segera Dicopot

Selasa, 25 Oktober 2016
Mediasi perwakilan warga Simpang Solar dengan Pemkab PALI.

PALI, Sumselupdate.com – Setelah mendengar orasi dan keluhan warga Desa Persiapan Simpang Solar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Pemkab melalui Camat Talang Ubi berjanji akan mengambil alih pemerintahan di desa tersebut dan segera menunjuk Plh Kades.

Selama ini warga menilai Anuar, selaku Pjs Kades tersebut sudah semena-mena dalam kepemimpinannya dan telah diberi kesempatan memperbaiki diri, namun tak kunjung berubah.

Habibi Cik Ading, yang belum genap satu bulan dilantik sebagai Camat Talang Ubi ini bakal menunjuk salah satu PNS kecamatan untuk mengambil alih pemerintahan di desa tersebut.

“Tadi kita telah rembukan yang dipimpin Asisten I dan disaksikan Asisten III serta BPMPD, dengan hasil yang disepakati pemerintahan di desa itu akan diambil alih, plh kadesnya segera ditunjuk agar tidak vakum dan agar tidak ada kecurigaan warga, kita angkat dari pegawai kecamatan berstatus PNS,” ujarnya.

Mendengar keputusan tersebut,warga yang sebelumnya mengancam tak akan pulang sebelum tuntutan dipenuhi, akhirnya secara tertib membubarkan diri. “Tuntutan kami hanya satu, turunkan kades dan alhamdulillah disepakati Pemkab PALI mulai besok,” ujar Hardi, warga setempat.

Dirinya menilai, Anuar sudah sepantasnya turun dari jabatannya, karena sudah tidak peduli lagi dengan masyarakat dan banyak melakukan intimidasi.

“Kalau kepala desanya acuh mana mungkin desa kami maju. Sebelumnya kami juga unjuk rasa menuntut Kades mundur. Tapi waktu itu, diberi kesempatan tiga bulan. Kades melanggar perjanjian dan malah tambah jadi, makanya kami demo lagi,” imbuhnya.

Ditambahkan Hardi, bahwa ada tiga kesepakatan sebelumnya yang telah ditandatangani oleh perwakilan warga dan Pemkab PALI, yaitu akan meninjau ulang kinerja Kades selama tiga bulan, mempersiapkan pelantikan BPD dan tidak lagi mempekerjakan Sekdes yang sudah terlebih dahulu dipecat.

“Dari tiga kesepakatan itu, tidak ada yang dibuktikan, Kades masih tetap melakukan kesalahan yaitu sering mengintimidasi, BPD tidak dibentuk dan Sekdes secara diam-diam masih bekerjasama. Dasar itulah kami demo kembali,” jelasnya.

Selain itu Hardi juga meminta kepada Sekdes yang bersangkutan untuk meninggalkan desa mereka. “Dulu kami tentram, tapi setelah masuk Sekdes itu, jadi kacau, karena beliau dari luar desa kami dan sok mengatur serta sering membodohi kami. Jadi kami sarankan agar Sekdes keluar dari desa kami,” tandasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts