Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan yang menimpa Dodi Saputra (26), warga Jalan Remipa, RT 18, RW 03, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya terungkap.
Ini setelah pelaku pembunuhan berhasil diringkus anggota Reskrim IT II pimpinan Ipda Lady, Jumat (29/5/2020), sekitar pukul 20.00.
Tersangka adalah Bagas Indri (29). Dia ditangkap di kediamannya Jalan Segaran Lorong, Kebangkan Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang.
Wakapolsek Ilir Timur II Ajun Komisaris Syamsul Fitri dalam press realese, hari ini, Sabtu (30/5) mengatakan, penangkapan tersangka berkat pendekatan persuasif yang dilakukan anggotanya.
“Dengan pendekatan persuasif kami menangkap pelaku di kediamannya. Dari keterangannya pelaku tak berniat menikam tubuh korban. Karena sebelumnya ia cuma berkata menagih utang senilai Rp2 juta saja,” ujar Wakapolsek.
Wakapolsek menceritakan saat itu pelaku tak sengaja berpapasan dengan korban di tempat kejadian perkara (TKP).
Karena korban mempunyai utang, secara tak langsung pelaku menagihnya. Karena tak senang ditagih korban mengeluarkan pisau tersebut dan mengarahkannya ke tersangka.
Saat itu pelaku berhasil menepis senjata tajam itu hingga terjadinya pergumulan. Di saat korban lengah, tersangka berhasl merebut pisau korban yang jatuh dan langsung menusuk korban hingga tewas.
Dikatakan Wakapolsek, barang bukti yang diamankan petugas saat penangkapan adalah satu bilah senjata tajam jenis pisau dan pakaian.
“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tandas Wakapolsek.
Sebagaimana diketahui, Dodi Saputra ditemukan tewas bersimbah darah di dekat warung kopi yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kemas I, Kelurahan Kuto Batu Ilir, Kecamatan IT II Palembang, Jumat (29/5/2020) sekitar pukul 03.00 WIB.
Rekan korban, Herman (37) yang juga warga Jalan Remipa, RT 19, RW 04, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang mengaku, datang ke warung kopi milik Sukri tidak jauh dari lokasi kejadian.
Saat itu, korban pergi keluar dengan meminjam sepeda motor miliknya. Tak lama berselang, korban kembali.
Namun saat kembali, korban yang sedang mengendarai sepeda motor mendadak langsung terjatuh dan sempat duduk menyadar di tiang dekat ruko.
“Korban datang langsung jatuh dari atas motor. Kami yang ada di warung kopi mendekati korban dan ketika dilihat sudah sudah banyak luka tusukan,” ujar Herman.
Herman dan pemilik warung serta dibantu warga, berupaya menolong korban. Namun, korban sudah tewas kehabisan darah.
Sehingga, pemilik warung yakni Sukri memutuskan untuk melapor ke Polsek IT II Palembang.
Sementara itu, petugas Forensik Bhayangkara Palembang dr Indra Nasution mengatakan, terdapat enam luka tusukan di tubuh korban.
Namun yang paling mematikan adalah tikaman dua liang yang bersarang di dada korban.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan dari luar saja dan terdapat sekitar enam luka tusukan yang terdapat di kedua dada, perut, dan tangan. Namun yang paling parah di kedua dada itu,” ujar dr Indra Nasution saat ditemui Sumselupdate.com di RS Bhayangkara, Jumat (29/5/2020). (**)











