PALI, sumselupdate.com – Kebakaran hebat terjadi di Pasar Inpres atau Pasar Bhayangkara yang ada di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Selasa (17/04/2018) malam, sekitar pukul 23.40 WIB.
Akibatnya, 5 buah rumah toko (ruko), dan 1 bangunan rumah semi permanen ludes dilalap si jago merah. Belum diketahui pasti penyebab api, dan hingga berita ini ditulis kobaran api masih belum bisa dipadamkan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kebakaran sejumlah ruko dan bangunan rumah saat ini sudah ditangani pihak Polres Muaraenim dan PALI melalui kapolsek Talang ubi dan Unit Pemadam kebakaran serta DPMD.
Pantauan media ini kobaran api terus menjalar dan melalap bangunan rumah dan ruko yang ada di sekitar lokasi pasar tersebut. Menurut saksi mata, Rizal warga setempat menyebutkan, api pertama kali diketahui berasal dari salah satu rumah dan ruko milik pedagang.
Dikatakan Rizal, kobaran api dengan cepat menyambar dan merayat menghanguskan bangunan rumah dan 5 ruko.
“Kebakaran terjadi di Pasar bayangkara, PALI. Kejadian bermula ketika salah satu warga yang persiapan mau jualan sayur pagi ketika itu dia melihat api berkobar di satu buah rumah dan ruko ,” imbuh Rizal.
Sedikitnya empat unit mobil bantuan pemadam kebakaran Pemkab PALI dan PT Pertamina EP dikerahkan, namun kobaran api hingga 1 jam kemudian belum bisa dipadamkan.
Dari keterangan petugas, kebakaran api dengan cepat melahap dan menghabiskan 5 rumah bengkel motor dan ruko toko sembako.
“Api cepat membesar dan menghabiskan bangunan rumah semi permanen dan 5 ruko yang ada di Pasar Inpres PALI. Sehingga menyulitkan, dan sempat kehabisan air salah satu mobil damkar.
Menurut keterangan salah satu saksi lain, api diduga berawal dari ruko dan bengkel motor.
“Sedikitnya terjadi 5 kali letusan keras karena saat itu belum ada pemadam kebakaran dan api juga langsung membesar sehingga melalap ruko lainya,” jelas Rudi.
Sementara itu, Chairullah kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten PALI menerangkan bahwa api berasal dari ruko milik saudara Kevin.
Untuk sumber api, dirinya menduga berasal dari korsleting listrik. Sementara, untuk korban kebakaran antara lain ruko milik Kevin, dua ruko milik Masri dan satu ruko milik Toni.
Untuk mobil damkar yang diturunkan, dirinya menjelaskan tiga unit damkar, satu unit mobil tanki dan mobil rescue dari PT Pertamina. (adj)











