Pasal Senggolan Motor, Mahasiswa UMP dan Warga Silaberanti Bentrok, Lima Korban Terluka

Jumat, 6 Januari 2017
Polisi tengah melakukan olah TKP di dekat kampus ekonomi UMP

Palembang, Sumselupdate.com – Oknum Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala)  Universitas Muhammadiyah Palembang bentrok dengan warga Silaberanti. Pemicunya senggolan motor yang berujung pertikaian antar-massa.

Dalam peristiwa ini, tiga mahasiswa mengalami luka bacok dan lebam, sedangkan dari warga dua orang mengalami luka tikaman dan luka akibat pukulan benda tumpul.

Read More

Ketiga mahasiswa UMP itu adalah Sandi Gumay (23), warga Perumnas mengalami luka bacok pada lengan sebelah kiri luka pada alis kiri dan luka gores di bagian paha sebelah kanan dan tangan kiri.

Kemudian, Aditya Nugraha (23), warga Jalan Perintis Kemerdekaan Lorong Akor Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan IT I, Palembang mengalami luka di pipi sebelah kiri dan temannya Faldi (20), mahasiswa yang juga Ketua  Mapala UMP mengalami luka di  bibir sebelah kiri,

Sementara dua  warga yang mengalami luka tusuk yakni Renaldo (19), warga Jalan A Yani Lorong Riang RT 19/05 Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I, Palembang. Dia mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kanan.

Sedangkan Donny (15), mengalami luka gores pada punggung kanannya, dan harus mendapatkan perawatan di RS Muhamadiyah.

Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/1/2017), sekitar pukul 19.30.

Peristiwa ini bermula terjadi selisih paham antara mahasiswa dan warga yang senggolan sepeda motor di kawasan Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan gedung PT KAI.

Pada saat itu, warga bernama Renaldo dihubungi temannya bernama Aman yang mengatakan bahwa dia diduga telah dikeroyok oleh mahasiswa UMP Palembang.

Kemudian Renaldo beserta empat orang temannya yakni Renaldi, Ali, Aman, dan Iik mengendarai sepeda motor berusaha mencari pelaku pengeroyok temannya.

Pada saat Renaldo Cs melintas di depan  PT KAI, tiba-tiba mereka diserang oleh beberapa orang. Akibat pengeroyokan tersebut Renaldo mengalami luka tusuk di pinggang sebelah kanan.

Setelah mendengar teman mereka kena tusuk, lalu Renaldi pulang ke rumah mengadukan kejadian tersebut kepada orang tuanya dan warga sekitar.

Sejurus kemudian, Renaldi beserta warga Silaberanti langsung mendatangi sekretariat Mapala  Fakultas Ekonomi UMP.

Kebetulan pada saat itu mahasiwa  anggota Mapala sedang melakukan rapat. Mendapat serangan dari warga para ratusan mahasiswa langsung berlari berusaha menyelamatkan diri.

 

Korban mahasiwa (kiri) dan warga mengalami luka bacok akibat tawuran kedua belah pihak.

 

Akibat serangan tersebut dua orang mahasiswa mengalami luka lebam yakni Aditya Nugraha (23), warga Perintis Kemerdekaan Ilir Timur II Palembang serta Faldi Riswandi (Ketua Mapala Alfedi), warga Banten VI 16 ulu Palembang luka di bagian bibir sebelah kiri.

Sedangkan satu orang mahasiswa bernama Sandi Gumay (23), warga Perumnas mengalami luka bacok pada lengan sebelah kiri luka pada alis kiri dan luka gores di bagian paha sebelah kanan dan tangan kiri.

Akibat kejadian tersebut, tiga mahasiswa UMP dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yakni Aditya Nugraha (23), Faldi Riswandi (20) dan Sandi Gumay (23). Sedangkan dua warga Renaldo (19) serta Donny (15) juga dilarikan ke rumah sakit yang sama.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede membenarkan peristiwa tawuran anatar mahasiswa UMP dan warga Silabetanti, setelah mengetahui kejadian tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan guna mengetahui pemicu antar-dua kelompok tersebut.

Usai kejadian, Pamdal dan Sekurty UM dan Purek 3 serta dosen didampingi petugas Polresta Palembang, dan Polsek SU II, melakukan penyisiran  di dalam sekretariat kampus Fakultas Ekonomi UMP.

“Dari hasil penyisiran kita menemukan tiga buah parang dan satu tombak besi dan 16 batang kayu gelam serta tiga co blok. Untuk barang bukti diserahkan dan saksi-saksi dipersiksa di Polsek SU II dibantu oleh Unit Pidum Polresta Palembang,” tukas Maruly

Sementara itu, di lokasi kejadian sempat mencekam dan ribuan mahasiswa berlarian karena takut salah sasaran. Pasalnya, pada saat kejadian masih terjadi suasana perkuliahan.

Tak hanya itu, tempat kejadian yang dekat dengan ruas Jalan Ahmad Yani mengakibatkan ruas jalan tersebut macet parah hingga mengular sepanjang satu kilometer ke arah lampu merah Jembatan Fly Over Jakabaring, begitu pun ruas jalan sebaliknya.

Saksi mata di lokasi kejadian seorang sekurity, Alfico Saputra mengatakan, kasus ini bermula dari senggolan motor.

“Awalnya tadi diduga dari senggolan motor Pak, di depan kampus antar keduanya, tepat di depan penjual buah Jalan A Yani,” tuturnya.

Sama-sama tak terima, menurut Alfico, puluhan warga pun datang masuk ke dalam kampus.

Hujan batu pun terjadi, mahasiswa dan warga, saling melemparkan batu serta saling bacok mengunakan parang dan sajam masing-masing yang sudah disiapkan keduanya.

“Warga datang, mungkin bermaksud untuk mengambil motornya. Namun langsung bentrok karena dihadang mahasiswa. Kasihan mahasiwa yang tidak ikut-ikutan juga turut menjadi korban,” ungkapnya.

Sementara itu, Sandi Gumay, mahasiswa fakultas hukum semester 8 ini menjadi korban. Dirinya saat kejadian sedang makan di pecel lele depan kampus.

“Saya terkejut sedang ada keributan, jadi saya keluar dengan maksud hanya ingin melihat saja. Namun waktu saya keluar, rupanya saya juga jadi sasaran warga,” ungkap sambil kesakitan karena mengalami luka bacok.

Mendapati Sandi berlumuran darah, dia langsung dilarikan teman-teman ke RS Muhamadiyah, Palembang, yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Jujur pak saya tidak terima atas kejadian ini. Saya akan melaporkan kejadian ini ke polisi,” katanya.

Sedangkan dua temanya yang diamankan ke Polsek SU II untuk diambil keterangan tentang kejadian tesebut. (tra)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts