Palembang, Sumselupdate.com – Panitia Besar Pekan Olahraga Kota (Porkot) X 2018 akhirnya menutup pendaftaran peserta dari 18 September dan diperpanjang hingga 26 September 2018.
Ketua Umum Panitia Besar (PB) Porkot X 2018 Aliyuddin Asral bahwa batas pendaftaran peserta diakui pada 18 September tapi diperpanjang hingga 26 September hari ini. “Pendaftaran terakhir hari ini, jika tak ada kepastian maka kita tegas, tidak akan kita ikut kan,” tegas Aliyuddin, Rabu (26/9/2018).
Menurutnya, hal ini dilakukan mengingat waktu pelaksanaan sangat mepet bukan kemudian tak memberikan kelonggaran waktu. Pasalnya, panitia juga telah memasuki tahap entry by nama yang kemudian akan melakukan entry semua id card peserta, piagam peserta dan piagam juara.
“Pendaftaran terakhir memang besok (hari ini-red) tapi syarat administrasi kita perpanjang hingga 10 Oktober. Misalnya, soal KTP yang masih mengurus, kemudian hal-hal yang berkaitan soal teknis,” jelasnya.
Aliyudin menyebutkan bahwa sampai saat ini peserta yang mendaftar mencapai 1000 lebih dari 14 kecamatan yang sudah mendaftar dari 20 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Kota (Porkot) 2018.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Palembang menyayangkan dengan adanya kecamatan di Palembang yang tak mengirimkan peserta.
“Kita mendapat laporan bahwa ada empat kecamatan yang belum mendaftar sampai batas waktu. Artinya, ini kita akan laporkan ke Bapak Walikota dan Ibu Wakil Walikota,” terang Suparman.
Lanjut Suparman, bahwa sesuai arahan dari Walikota Palembang bahwa selain ini menjadi ajanh persiapan menuju level yang lebih tinggi yakni Porprov 2019, akan tetapi ajang ini juga menjadi pesta olahraga atlet seluruh daerah di Palembang.
Meski tak ada pengaruh signifikan dengan ketidakikutsertaan keempat kontingen pada multivent Porkot namun ini menjadi bukti dan peran masing-masing kecamatan apakah peduli dengan olahraga atau tidak.
“Dengan masih adanya euforia sukses asian games, ini memberikan gairah untuk bisa mengaplikasikan suatu bentuk langkah-langkah pembinaan konkrit agar atlet kita mampu berbicara hinhga level Internasional dan salah satu peran pembinaan dari yang kecil yakni di kecamatan karena olahraga bukan sekedar prestise tapi juga demi karakter generasi muda,” pungkasnya. (sbw)











