Pangdam II/Swj Lepas 350 Personel Pamtas RI-Malaysia

Rabu, 27 September 2017

Palembang, Sumselupdate.com – Pangdam II/Sriwijya Mayjen AM Putranto secara khusus memimpin 350 personel Satuan Tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia -Malaysia Yonif/AYJP di wilayah Kaltara 2017-2019.

Dalam sambutan pada acara pelepasan Pamtas di Pelabuhan Boom Baru, Rabu (27/9/2017) Pangdam menyampaikan, perlu dipahami bahwa wilayah perbatasan merupakan beranda depan NKRI yang bernilai strategis bagi kedaulatan negara.

Read More

Tugas pengamanan perbatasan darat negara yang akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam operasi militer selain perang sebagaimana tertuang dalam undang-undang nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Perlu saya sampaikan bahwa Provinsi Kalimantan Utara termasuk Kalimantan Timur memiliki potensi kerawanan seperti kegiatan illegal logging, mining, human trafficking, lintas batas, pergeseran patok-patok batas negara dan kriminalitas,” paparnya.

Lebih lanjut ia menegaskan yang perlu diwaspadai selain kriminalitas juga yang menjadi fokus adalah mewaspadai peredaran narkoba dan miras, keberadaan Satgas Pamtas RI-Malaysia untuk Satgas Yonif 141 diharapkan dapat membantu mengembangkan wilayah perbatasan dan sekaligus mampu membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada.

Selain itu ia menambahkan, penugasan pengamanan perbatasan ini harus dimaknai sebagai amanah kepercayaan  serta kehormatan dan kebanggaan karena tidak setiap prajurit mendapatkan kesempatan melaksanakan penugasan mulia ini.

Oleh karena itu melaksanakan tugas dengan penuh totalitas, semangat pengabdian, proposionalitas, dedikasi, disiplin dan bertanggung jawab yang besar.

“Kemudian upayakan untuk memelihara komunikasi serta koordinasi dengan tentara Diraja Malaysia yang bertugas di perbatasan untuk menghindari salah paham dan mencegah terjadinya propokasi yang dapat mengganggu hubungan  kedua negara,” harapnya.

Lebih lanjut Pangdam menegaskan implementasikan Sapta Marga Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,  pahami tugas tanggung jawab perongan agar tidak ragu-ragu dalam bertindak,  jaga dan hindarkan diri dari perbuatan melanggar hukum dan tidak terpuji, karena akan menjadi perhatian dan sorotan masyarakat yang dapat merusak citra TNI.

Ia juga meminta agar para prajurit,  jangan pernah menjadi penghianat bangsa dengan kedisiplinan dan ingat bagi personil yang tidak disiplin di daerah operasi akan langsung dikembalikan dan ditarik ke satuan masing-masing.

“Saya pahami daerah operasi tidak sama, ada juga yang tidak ada penghuninya, oleh karena pos yang lebih lebih banyak patroli perbatasan lakukan hal-hal positif yang baik untuk kalian semuanya,  penugasan kalian tidak lama berbeda dengan yang sebelumnya dan kebijakan langsung dari bapak Kasad untuk moril dan sebagainya sudah diatur kemampuan kalian untuk bertahan didaerah operasi dengan situasi yang ada,” tutupnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts