Banyuasin, Sumselupdate.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Selatan terus dilakukan. Kodam II/Sriwijaya bersama PT Agrindo Raya kembali melaksanakan penanaman padi gogo seluas 60 hektar di Desa Pematang Palas, Kecamatan Banyuasin I, Kamis (18/9/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Adri Koesdyanto, Bupati Banyuasin Dr H Askolani, SH, MH, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel, staf ahli Menteri Pertanian, jajaran pemerintah daerah, serta manajemen PT Agrindo Raya.
Dalam kesempatan itu, Pangdam II/Sriwijaya bersama Danrem 044/Gapo memimpin prosesi penanaman padi varietas Situ Bagendit yang diperkirakan bisa dipanen dalam waktu 115 hari.
Penanaman kali ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya panen perdana berhasil dilakukan pada Agustus lalu.
“Terlihat masyarakat sangat antusias mengikuti prosesi penanaman padi yang dipimpin langsung oleh Pangdam,” ujar Kapenrem 044/Gapo, Mayor Inf Jauhari.
Bupati Banyuasin, Askolani, menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata sinergi untuk memperkuat sektor pertanian.
“Ini luar biasa, karena bisa menambah semangat petani agar terus giat menanam padi di Banyuasin. Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengucapkan terima kasih. Kami yakin Banyuasin mampu menjadi penghasil pangan nomor satu di Indonesia,” tegasnya.
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Adri Koesdyanto menargetkan panen bisa dilakukan pada Desember mendatang dengan hasil tiga hingga empat ton.
“Hari ini kami menanam padi gogo varietas Situ Bagendit seluas 60 hektare, bekerja sama dengan Kodam II/Sriwijaya dan PT Agrindo Raya. Dengan masa tanam sekitar 115 hari dan memanfaatkan musim hujan, kami berharap target panen maksimal bisa tercapai,” jelasnya.
Selain penanaman, juga dilakukan upaya ramah lingkungan dengan memelihara burung hantu sebagai predator alami hama tikus. Program ini menjadi bagian dari kerja sama Kodam II/Sriwijaya, Korem 044/Gapo, dan PT Agrindo Raya, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Program penanaman padi gogo ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan.
(**)











