Palembang, Sumselupdate.com – Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali berada pada level berbahaya setelah kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah pada Rabu (21/10/2026) dini hari.
Berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir pukul 04.00 WIB, lima titik pemantauan di Palembang dan sekitarnya mencatat angka indeks kualitas udara yang tinggi. Kondisi ini terjadi setelah kualitas udara sempat membaik selama dua hari terakhir.
Asap yang menyelimuti sejumlah kawasan terpantau pekat dan menimbulkan bau menyengat. Jarak pandang di beberapa lokasi juga dilaporkan terganggu.
Data IQAir yang dipantau pada pukul 04.00 WIB mencatat Universitas Sriwijaya (Unsri) berada pada angka 1.083, sedangkan kawasan Demang Lebar Daun mencapai 1.057.
Sementara itu, indeks kualitas udara di kawasan Musi 2 tercatat 953, GP PLM mencapai 983, dan Sukarami berada pada angka 834.
Angka tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara yang sangat buruk apabila merupakan pembacaan AQI pada skala yang digunakan IQAir. Namun, kategori dan tingkat risikonya perlu dipastikan berdasarkan parameter serta skala indeks yang ditampilkan aplikasi.
Kabut Asap Kembali Pekat
Setelah sempat membaik selama dua hari, kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan Palembang. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran masyarakat terhadap dampak pencemaran udara, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
Asap diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kebakaran di kawasan lahan gambut Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Meski demikian, hubungan langsung antara kebakaran di OKI dan kondisi udara di setiap titik pemantauan Palembang perlu dikonfirmasi melalui data resmi mengenai sebaran asap, arah angin, dan sumber kebakaran.
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber informasi tepercaya, termasuk aplikasi IQAir dan informasi resmi instansi terkait.
Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Dalam kondisi udara yang sangat tercemar, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika asap terlihat pekat atau menimbulkan bau menyengat.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dapat menggunakan respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat, serta menghindari olahraga berat di luar ruangan.
Pintu dan jendela sebaiknya ditutup ketika asap masuk ke lingkungan permukiman. Jika tersedia, gunakan pembersih udara dalam ruangan dengan filter HEPA.
Masyarakat juga perlu memperhatikan gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. Jika mengalami gangguan pernapasan berat, segera cari pertolongan medis.
Perkembangan kualitas udara Palembang masih perlu dipantau secara berkala karena kondisi dapat berubah mengikuti arah angin, intensitas kebakaran, dan faktor cuaca.
(**)







