Laporan: A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Diduga salah satu oknum dari Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, tidak menyalurkan pupuk bantuan dari perusahaan ternama.
Pendistribusian pupuk tersebut, ketika pintu masuk irigasi atau palak Siring rusak, sehingga penanaman padi sempat terhenti selama tiga tahun.
“Iyo nian dek, padahal pupuk itu bantuan dari perusahaan diserahkan, pada saat kondisi palak Siring irigasi rusak,” ungkap salah satu petani berinisial M, ditemui, Jumat (04/03/2022).
M menceritakan, ketika pupuk bantuan diserahkan, petani yang ada harus membubuhkan tanda tangan persetujuan, untuk menerima pupuk dimaksud.
“Hingga palak Siring telah diperbaiki pun, katek nian itikat baik bantuan itu, diberikan kepada Poktan atau petani,” terang M.
Bahkan, sambung M, kini oleh oknum tersebut dipergunakan bagi kepentingan pribadi, tanpa mempedulikan kesepakatan awal.
“Aii, dipakai dewek (sendiri-red) dek, pupuk itu ditabur untuk sawahnyo dewek. Kami ini, jangankan sekilo sekarung pun tidak sampai ke tangan petani,” ungkapnya.
Senada, petani lain yang minta namanya dirahasiakan membeberkan, bahwasanya pupuk bantuan itu hingga detik ini, tidak ada dialokasikan kepada petani.
“Padahal, awal pemberian bantuan itu, dibuat di atas surat bermaterai. Irigasi sudah diperbaiki pun pupuk tidak diserahkan kepada petani,” pungkasnya. (**).











