Palembang, Sumselupdate.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kegiatan Roadshow PINTAR Reksa Dana di Kota Palembang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pre-event Pekan Reksa Dana 2026 sekaligus kampanye nasional #ReksaDanaAja.
Kegiatan tersebut digelar di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan dengan menggandeng Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). Acara ini melibatkan insan media serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan.
Roadshow PINTAR Reksa Dana merupakan implementasi dari Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana yang diinisiasi OJK. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk investasi yang legal, aman, dan terjangkau, sekaligus membangun budaya investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang.
Selain fokus pada literasi investasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan muda di Sumatera Selatan. Melalui edukasi keuangan, generasi muda diharapkan tidak hanya cakap mengelola keuangan pribadi, tetapi juga mampu memanfaatkan sektor jasa keuangan untuk pengembangan usaha dan akses pembiayaan.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menegaskan bahwa literasi keuangan harus sejalan dengan peningkatan kapasitas generasi muda sebagai calon pelaku usaha masa depan.
“Melalui kegiatan ini, OJK tidak hanya mendorong masyarakat memahami investasi yang aman dan legal, tetapi juga membekali generasi muda agar lebih siap menjadi wirausaha muda yang mandiri, inovatif, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK, M. Maulana, menyebutkan bahwa program PINTAR Reksa Dana merupakan strategi untuk memperluas basis investor domestik melalui pendekatan edukasi yang inklusif.
“Roadshow ini kami dorong untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal, baik kepada media sebagai penyampai informasi maupun mahasiswa sebagai calon investor dan pelaku usaha muda,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait industri pasar modal, investasi reksa dana, perencanaan keuangan, serta pentingnya investasi sejak dini. Narasumber berasal dari OJK, APRDI, Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Selatan, serta pelaku industri jasa keuangan.
OJK berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, media, dan institusi pendidikan dalam menciptakan masyarakat yang semakin cerdas secara finansial serta aktif berinvestasi secara legal.
(**)











