Baturaja, Sumselupdate.com – Mediasi yang difasilitasi anggota DPRD OKU antara masyarakat mengatasnamakan Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) dan perwakilan PT Gunung Pantara Barisan (PT GPB) yang didukung Gerakan Rakyat dan Pemuda (Garda), berakhir ricuh bahkan nyaris baku hantam, Selasa, (17/5).
Beruntung, keributan dua massa tersebut di dalam Aula Rapat Gedung DPRD OKU tidak berbuntung panjang.
Mediasi ini sendiri berawal massa BPLB melakukan aksinya di luar gedung dewan. Mereka menuntut PT GPB tidak melanjutkan pembangunan pabrik semen lantaran belum ada izin Amdal dan legalitas perusahaan masih dipertanyakan.
Setelah puas berorasi, beberapa perwakilan BPLB dipersilahkan masuk. Sementara PT GPB dan Garda yang telah lebih dulu hadir menunggu di dalam ruangan yang telah disiapkan bersama anggota dewan OKU.
Mediasi yang dipimpin anggota DPRD, Zaplin dan Malkomar du’i, dipersilahkan terlebih dulu perwakilan BPLB untuk menyampaikan pendapat.
Namun di tengah mediasi, terjadi perdebatan alot, sampai-sampai tak terkendali dan anehnya ketegangan terjadi antara anggota dewan dan pihak BPLB. Bahkan pantauan di lapangan aksi tersebut mengarah pada anarkis. “Silahkan keluar, silahkan keluar,” ucap beberapa anggota dewan.
Aksi semakin memanas, bahkan salah satu meja rusak akibat dinaiki anggota dewan.
Yopy Sahrudin, salah seorang aanggota dewan Dapil Lengkiti, menyayangkan terjadinya insiden tersebut.
Dikatakan dia, seharusnya pihak BPLB bisa menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin, apalagi mempersilahkan pihak Garda untuk keluar ruangan.
“Kita hanya memfasilitasi dan membantu mencari solusi tapi kalau begini caranya sudah tidak efektif lagi, makanya kita usir,” kata Yopy.
Hingga berita ini diturunkan beberapa pihak terkait masih mengadakan rapat, antara pihak anggota dewan dan PT GPB dengan dijaga ketat pihak keamanan. (yan)











