Palembang, Sumselupdate.com – Pelatih Kepala Sumsel United, Nilmaizar, memberikan klarifikasi terkait alasan dirinya kerap terlihat mempertanyakan keputusan wasit pada laga tandang melawan Persiraja di pekan kesebelas Pegadaian Championship 2025/26, Selasa (18/11).
Pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini menegaskan bahwa dirinya bukan melakukan protes, melainkan mempertanyakan keputusan yang dinilai tidak jelas dan kerap menghentikan momentum serangan timnya.
“Bukan mau protes kepada wasit. Saya hanya mempertanyakan keputusan wasit. Kenapa setiap kita mau menyerang, wasit selalu memberikan free kick. Kapan kita mau menyerang kalau sedikit-sedikit free kick,” ujarnya pada sesi Post Match Press Conference, Kamis (20/11/2025).
Nilmaizar mencontohkan momen ketika Diego hendak mengontrol bola, namun wasit meniup peluit dan memberikan free kick, padahal Sumsel United sedang membangun serangan.
Akibat keputusan-keputusan seperti itu, Laskar Juaro kehilangan banyak momentum untuk melakukan serangan balik. Kondisi tersebut membuat lawan memiliki waktu untuk menyusun pertahanan sehingga serangan Sumsel United menjadi kurang efektif.
“Diego ditabrak dari belakang. Free kick-nya di mana? Dia posisinya di depan, kontrol bolanya bagus, ditabrak dari belakang. Bukan saya protes, tapi mempertanyakan saja. Law of the game jadi tidak jelas. Itu yang saya permasalahkan,” terangnya.
Situasi ini juga disebut membuat Sumsel United sulit mengejar ketertinggalan gol karena keputusan wasit dinilai merugikan dan seolah mendelay jalannya permainan setiap kali Sumsel United mulai menekan.
“Terkait hal lain saya tidak mempermasalahkan. Gol-golnya normal semua. Gol pertama shooting, gol kedua free kick, gol ketiga karena kesalahan kita,” tambahnya.
Seperti diketahui, Sumsel United harus mengakui keunggulan Persiraja dengan skor 3-1, meski tampil terbuka dan saling jual beli serangan sepanjang pertandingan.
Berdasarkan statistik, Sumsel United unggul penguasaan bola dengan 57 persen, sedangkan Persiraja 43 persen.
Sumsel United mencatat 16 total tembakan, terdiri dari enam on target, 10 off target, dan dua tembakan diblok, dengan akurasi 42 persen. Persiraja membalas dengan 17 total tembakan, enam on target, 11 off target, dan tiga tembakan diblok, juga dengan akurasi 42 persen.
Dalam hal operan, Sumsel United mencatat 345 total umpan dengan 256 umpan sukses dan akurasi 74 persen. Persiraja mencatat 260 total umpan dengan 199 umpan sukses dan akurasi 76 persen.
Selain itu, Sumsel United melakukan 10 tekel sukses, lima tendangan sudut, 12 pelanggaran, serta menerima dua kartu kuning. Sementara Persiraja mencatat 13 tekel sukses, lima tendangan sudut, 17 pelanggaran, dan satu kartu kuning.
(**)











