Niat, Bacaan Takbir dan Tata Cara Shalat Idul Fitri, Lengkap!

Writer: - Minggu, 30 Maret 2025
Ilustrasi Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumsleupdate.com – Umat Muslim di Palembang dan seluruh dunia akan segera merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H pada Senin, 31 Maret 2025 besok.

Salah satu ibadah yang paling ditunggu adalah shalat Idul Fitri, yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan.

Read More

Bagi warga Palembang yang ingin melaksanakan shalat ini dengan benar, berikut adalah panduan lengkapnya, termasuk niat, bacaan takbir, dan tata cara shalat Idul Fitri.

Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri dilakukan pada pagi hari setelah matahari terbit sekitar 15 menit. Di Palembang, shalat ini biasanya dimulai sekitar pukul 06.30 – 07.00 WIB, tergantung keputusan panitia di masing-masing masjid dan lapangan.

Niat Shalat Idul Fitri

Sebelum memulai shalat, umat Muslim di Palembang dianjurkan untuk membaca niat shalat Idul Fitri dalam hati.

Berikut adalah niatnya:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ  رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا)  لله تعالى

Ushallii sunnatan li ‘idil fitri rak’ataini (makmuuman/imaman) lillaahi ta’aalaa

“Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan beberapa perbedaan dari shalat wajib, terutama dalam jumlah takbir.

Berikut urutan lengkapnya:

1. Membaca Niat Salat Idul Fitri

2. Melakukan Takbiratul Ihram

3. Membaca Doa Iftitah

4. Takbir Sebanyak 7 kali (Rakaat Pertama)

Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, selanjutnya melakukan takbir sebanyak tujuh kali.

Di sela-sela setiap takbir dianjurkan untuk membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Arab-Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang”

Atau bisa juga membaca tasbih berikut ini:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Arab-Latin: Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar wala haulawala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

5. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek

Setelah takbir sebanyak tujuh kali, rukun selanjutnya adalah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan bacaan surat pendek seperti salat fardhu dan sunah umumnya. Pada solat Id rakaat pertama dianjurkan untuk membaca Surat Al-A’la.

6. Ruku’ Hingga Berdiri Lagi

Rukun selanjutnya setelah selesai membaca surat pendek sama seperti pelaksanaan salat fardhu dan sunah lainnya. Salat dilanjutkan dengan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri untuk rakaat kedua. Untuk bacaannya pun sama seperti bacaan salat biasanya.

7. Takbir Lima Kali (Rakaat Kedua)

Pada rakaat kedua, melakukan takbir sebanyak lima kali. Bacaan yang dilafalkan di sela-sela takbir sama seperti pada rakaat pertama.

8. Mengulangi Rukun Seperti Rakaat Pertama

Setelah melakukan takbir sebanyak lima kali, rukun salat Id selanjutnya sama seperti pada rakaat pertama mulai dari membaca al-Fatihah, ruku’, sujud, hingga salam. Pada rakaat kedua, disarankan untuk membaca Surat urat al-Ghâsyiyah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts