Netanyahu Perintahkan Serangan Besar ke Hizbullah, Gencatan Senjata Israel–Lebanon Terancam Runtuh

Writer: - Minggu, 26 April 2026
Tim penyelamat mencari korban serangan udara Israel sebelum gencatan senjata di Tyre, Lebanon selatan, pada 19 April 2026. (Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut, Sumselupdate.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan militer untuk menggempur target-target Hizbullah di Lebanon dengan intensitas tinggi. Perintah tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.

Militer Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 15 militan Hizbullah dalam operasi yang dilakukan sepanjang akhir pekan.

Read More

Dalam pernyataan terpisah, Israel Defense Forces (IDF) menyebutkan pihaknya telah menyerang sejumlah infrastruktur Hizbullah di wilayah selatan Lebanon yang digunakan untuk kepentingan militer.

“IDF akan terus bertindak tegas terhadap setiap ancaman sesuai arahan otoritas politik,” demikian pernyataan militer Israel.

Sementara itu, media Lebanon melaporkan satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di Kota Hadatha, Lebanon selatan, pada Sabtu malam.

Serangan tersebut dilakukan dua kali dalam waktu kurang dari 10 menit. Selain Hadatha, serangan udara juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Desa Zebqine, Kota Bazourieh, Al Sultaniyah, serta area Dabsha di dekat fasilitas pengolahan limbah di Khirbet Selm.

Pada hari yang sama, militer Israel juga melakukan peledakan terkendali di Kota Khiam serta dilaporkan merusak fasilitas sipil, termasuk panel surya dan kendaraan di wilayah perbatasan Debel.

Situasi keamanan semakin memanas setelah media Israel melaporkan adanya kekhawatiran di kalangan pejabat keamanan bahwa gencatan senjata dengan Lebanon berpotensi runtuh.

Israel juga disebut meminta Amerika Serikat untuk menekan militer Lebanon agar mengambil tindakan terhadap Hizbullah di wilayah utara zona keamanan yang dikuasai Israel di Lebanon selatan.

Ketegangan ini terjadi meski sebelumnya telah disepakati gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku pada 17 April 2026, menyusul meningkatnya konflik lintas perbatasan.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan menyatakan gencatan senjata yang awalnya berlangsung 10 hari akan diperpanjang hingga tiga pekan.

Namun, eskalasi terbaru menunjukkan situasi di kawasan tersebut masih jauh dari stabil dan berpotensi kembali memicu konflik terbuka.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts