Manila, Sumselupdate.com – Misa Natal di gereja katolik St Nino di Kota Midsayap, Cotabato Utara, Kepulauan Mindanao, Filipina, diwarnai guncangan dari ledakan granat.
Akibat ledakan granat ini, 16 orang jemaat gereja yang tengah mengikuti malam misa Natal, Sabtu (24/12/16), terluka.
Sampai saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Mindanao itu. Banyak yang memperkirakan serangan tersebut dilakukan oleh jaringan ekstremis yang masih aktif beroperasi di wilayah tersebut.
Bernardo Tayong, Kepala Polisi Kota Midsayap mengatakan korban yang terluka saat itu sedang berdiri di bagian luar gereja. Akibat ledakan ini acara misa pun tidak berjalan dengan lancar.
“Tidak ada doa penutup karena ada keributan. Orang-orang segera meninggalkan gereja,” kata Virador, Pendeta yang memimpin Misa di gereja tersebut seperti dilansir IslamPos.
Dari 16 korban luka, terdapat satu polisi yang juga terluka. Polisi tersebut terngah berdiri di dekat mobil patroli sejauh 30 meter dari pintu masuk gereja, tempat granat meledak.
Sebelumnya serangan bom terjadi di sebuah pasar di Davao City. Sekitar 14 tewas dan 70 lainnya luka-luka dalam bom yang terjadi September lalu itu. Atas serangan tersebut, sembilan orang anggota kelompok teroris yang berafiliasi dengan ISIS telah ditangkap. (hyd)











