Meski Masih Aman, Kredit Bermasalah Industri Perbankan Meningkat Tajam

Selasa, 23 Februari 2016
Ilustrasi (Foto: Kompas)

Jakarta, sumselupdate.com – Kredit bermasalah (non performing loan/NPL) industri perbankan pada akhir 2015 mencapai Rp 101 triliun. Adapun rasio NPL mencapai 2,49 persen terhadap total kredit sebesar Rp 4.058 triliun.

Demikian laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dipublikasikan Senin (22/2/2016). Rasio NPL tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2,16 persen.

Bacaan Lainnya

Rasio NPL masuk kategori berbahaya jika mencapai 5 persen.

Peningkatan NPL terjadi karena kinerja sejumlah sektor ekonomi menurun drastis akibat kejatuhan harga minyak dan komoditas, serta pelemahan perekonomian domestik dan global.

Kondisi itu menyebabkan banyak perusahaan yang gulung tikar sehingga tidak mampu melunasi cicilan kreditnya ke perbankan.

Sektor-sektor ekonomi yang terpuruk pada 2015 antara lain sektor pertambangan dan jasa.

Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, anjloknya harga minyak dan komoditas primer di pasar global membuat kinerja korporasi di sektor pertambangan, perkebunan dan migas tertekan.

“Bank-bank harus waspada dengan kondisi tersebut dan segera lakukan langkah-langkah antisipatif dengan melakukan restrukturisasi kredit agar tidak jadi NPL dan lebih berhati-hati dalam membiayai sektor-sektor tersebut. Tidak harus stop kredit, tapi lebih selektif,” kata Ryan. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.