Mentan: Tingkat Kesejahteraan Rendah, Petani Beralih Profesi

Selasa, 20 September 2016
Profesi petani mulai ditinggalkan karena faktor rendahnya kesejahteraan (ilustrasi)

Jakarta, Sumselupdate.com – Saat ini ada 20 juta petani meninggalkan profesinya. Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, tingkat kesejahteraan yang rendah menjadi alasan petani memilih pekerjaan lain, bahkan yang mengarah pada tindak kriminal.

“Dari (petani) itu bisa jadi berkontribusi menjadi begal, Gafatar, Santoso cs. Ini bagaimana bikin pusing kan? Jadi ini harus dipikirkan bersama,” ujarnya di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (19/9).

Untuk itu, di hadapan pengusaha pakan ternak, Mentan meminta agar ada sinergi antara 29 Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dengan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) tentang pola kemitraan yang dapat menyejahterakan petani. Ia mengatakan, jika petani sejahtera, pengusaha pun akan ikut sejahtera.

Amran berharap serapan panen petani nantinya dapat dibeli dengan harga acuan. Harga pembelian jagung petani yang telah ditetapkan sekitar Rp3.150 (kadar air 15 persen).

“Jadi jangan beda harga. Tolong Pak ciptakan suasana yang nyaman dan ada kesepakatan harga dengan petani. Kita tidak ingin ada gesekan dengan pengusaha, jadi aturan harga yang nyaman dengan petani, sehingga bisa bersaing nantinya,” ujar dia.

Ia melanjutkan, rendahnya harga pembelian panen ini menjadi salah satu penyebab petani beralih profesi. Setiap kali panen, petani selalu merugi. Misalnya panen produksi 20 juta ton, namun saat dibeli harganya Rp1.500 atau di bawah harga beli petani Rp3.150.

“Jangan sampai harga panen di petani jatuh ya pak. Kalau harga turun Rp1.500 dengan jumlah produksi 20 juta ton maka kerugiannya mencapai Rp 20 triliun,” pungkas Amran. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts