Jakarta, Sumselupdate.com– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meminta para guru tidak meresahkan penghematan anggaran tunjangan profesi guru (TPG). Dia pun menegaskan pemotongan tidak akan berdampak negatif kepada guru.
“Jangan khawatir, Insya Allah aman. Tidak ada pemotongan, melainkan merupakan dana perubahan,” ujar Muhadjir kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/8).
Menurut Muhadjir, perbedaan data guru yang tesertifikasi wajar terjadi. Sebab, lanjutnya, dalam data selalu ada perubahan seperti pensiun, meninggal, dan beralih profesi. Ada pula karena belum memenuhi syarat mengajar selama 24 jam. Karena itu, pihaknya berjanji akan memperlunak aturan agar persoalan akibat sertifikasi ini tidak menjadi sesuatu yang massif.
“Dalam waktu dekat, akan keluar Permendikbud untuk mengatur soal ini,” tambah Muhadjir.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemotongan anggaran untuk tunjangan profesi guru PNSD sebesar Rp 23,3 triliun di APBN Perubahan 2016 ini karena terkait jumlah guru bersertifikat di daerah yang mengalami penurunan sekitar 100 ribu guru.
Akibatnya, anggaran tunjangan profesi guru PNSD terjadi kelebihan Rp 23,3 triliun. Nilai itu selisih dari pagu anggaran di APBN-P 2016 Rp 69,7 triliun, sementara di progonosis pagunya hanya butuh Rp 46,4 triliun. (shn)











