MBG Ditujuh Wilayah Sumsel Ditunda Satu Bulan, Ini Penyebabnya

Writer: - Kamis, 30 Januari 2025
Makan Bergizi Gratis. ist

Palembang, Sumselupdate.com – Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) ditujuh wilayah lainnya di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali ditunda dan direncanakan dimulai 17 Februari mendatang.

Penundaan ini terbilang cukup lama dari rencana awal. Awalnya MBG di Lahat, Prabumulih, Muaraenim, PALI, Empat Lawang, Pagaralam, dan Martapura akan dilaksanakan pada 20 Januari 2025.

Read More

Lalu, MBG di wilayah tersebut direncanakan akan dimulai pada 3 Februari, namun kembali dibatalkan karena beberapa sebab dan akan dimulai 17 Februari 2025. Artinya hampir satu bulan ditunda dari rencana awal.

Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Sumsel sekaligus penanggung jawab dapur umum MBG, Evie Hadenli, mengatakan penundaan jadwal tersebut sesuai intruksi Badan Gizi Nasional (BGN).

“Launching (MBG) yang semestinya awal Februari, ditunda lagi hingga dua pekan, kami PPJI Sumsel sebagai mitra hanya mengikuti instruksi yang ditetapkan,” katanya.

Baca juga : Besok 6 Januari Program Makan Gratis di Palembang Dimulai

Penundaan jadwal pelaksanaan MBG ini dipengaruhi berbagai faktor dari pusat. Kemungkinan besar tantangan penyedia menu MBG dalam distribusi program inisiasi Presiden Prabowo Subianto itu adalah ketersediaan dapur umum yang belum siap optimal dan kondisi distribusi anggaran dari BGN yang juga belum lancar.

Sebab lanjut Evie, PPJI sebagai mitra BGN mendapatkan pencairan dana program MBG melalui sistem reimburse atau reimbursement.

Selain kondisi dapur umum yang kemungkinan belum siaga, penundaan jadwal distribusi MBG pun akibat Sumsel terkena efek evaluasi dari persoalan yang terjadi di Jawa. Diketahui, beberapa dapur umum MBG di Jawa, ada permasalahan dapur umum dengan yayasan penyedia bodong.

Baca juga : Pj Walikota Pangkalpinang Uji Coba Makan Gratis di Sekolah, Lanjutkan Program Presiden

“Akibatnya, Sumsel juga harus mundur waktu penyaluran paket MBG. Karena semua jadwal mekanisme sesuai instruksi pusat,” jelasnya.

Menurutnya, pada dasarnya 23 dapur yang berada di bawah naungannya siap melaksanakan program tersebut. Selain fisik bangunan dapur, setiap satu dapur mempekerjakan 45-48 orang petugas.

“Rata-rata satu dapur ada 45 pekerja. Meliputi koki, packing, cleaning service, dan driver. Makanan fresh masak mulai dari jam 2 dini hari untuk masak nasi,” katanya.

Evi memastikan, menu makanan yang disediakan untuk siswa bervariasi dan sesuai dengan standar harga dimana satu menu makanan dibuat semenarik mungkin sehingga siswa bersemangat mengonsumsi.

Berikut daftar dapur umum program MBG di 7 daerah yang mengalami perubahan realisasi distribusi paket MBG antara lain, SPPG Prabumulih, SPPG  Muaraenim, SPPG  Lahat, SPPG  PALI, SPPG  Empat Lawang, SPPG  Pagaralam dan SPPG  Martapura. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts